75 Tahun Kebangkitan Nasionalisme

Oleh : Moh Ali Sagara, SKM

Ketua KNPI Distrik Teluk Patipi

Embaranmedia.comFakfak – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tahun 1908 perjuangan generasi muda mempunyai format baru dan nuangsa yang baru, perjuangan generasi muda saat itu telah dinafiki oleh semangat kebangsaan dengan menggunakan organisasi sebagai strategi perjuangan.

Perjuangan generasi muda sekarang masih belum selesai dan tidak boleh berhenti. Saat ini kita merasakan bahwa NKRI menghadapi tantangan zaman, dimana keberadaan tata nilai yang sebelumnya mantap bagi kehidupan negara kesatuan di pertanyakan sehingga menimbulkan krisis. Inilah tanda kemerosotan dalam mengakomodasikan makna Negara Kesatuan maupun ketahanan nasional kita.

Baca Juga :  Daycare dan Kekerasan Anak, Wajah Sistem yang Gagal Menjaga Generasi

Sejatinya, KNPI Kab. Fakfak wajib melestarikan kesatuan dan persatuan bangsa, Negara dan Rakyat dengan menggali kembali fundamen negara kita sebagai negara kebangsaan dan negara persatuan.

Baca Juga :  Pelecehan Seksual Makin Marak, Butuh Solusi yang Fundamental

Untuk itu saya mengajak marilah kita tinggalkan kekerasan karena jalan kekerasan tanpa ujung, kebencian takkan berakhir kalau dibalas dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih, yang terbaik adalah kembali merajut nilai-nilai luhur bangsa. Yang ditandai dengan sikap toleran, ramah, gotong royong, tolong-menolong terpatri nilai-nilai manusiawi dan solidaritasnya.

Lalu bagaimana generasi muda fakfak bersikap ditengah-tengah ancaman disintegrasi ? kuncinya adalah memperbaiki kondisi sosial seperti meredam kecemburuan yang syarat akan prasangka dan curiga. Mengubur jurang pemisah antara kaya dan miskin, secara sadar dan bertanggungjawab kita buka jendela, pintu dan ruang yang kondusif sehingga warga bangsa dinegeri ini diberi kesempatan yang sama untuk berkarya. Kuncinya adalah mengembangkan kesetaraan sosial warga bangsa. (EF)

Tutup
error: