75 Tahun Kebangkitan Nasionalisme

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2020 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Moh Ali Sagara, SKM

Ketua KNPI Distrik Teluk Patipi

Embaranmedia.comFakfak – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tahun 1908 perjuangan generasi muda mempunyai format baru dan nuangsa yang baru, perjuangan generasi muda saat itu telah dinafiki oleh semangat kebangsaan dengan menggunakan organisasi sebagai strategi perjuangan.

Perjuangan generasi muda sekarang masih belum selesai dan tidak boleh berhenti. Saat ini kita merasakan bahwa NKRI menghadapi tantangan zaman, dimana keberadaan tata nilai yang sebelumnya mantap bagi kehidupan negara kesatuan di pertanyakan sehingga menimbulkan krisis. Inilah tanda kemerosotan dalam mengakomodasikan makna Negara Kesatuan maupun ketahanan nasional kita.

Sejatinya, KNPI Kab. Fakfak wajib melestarikan kesatuan dan persatuan bangsa, Negara dan Rakyat dengan menggali kembali fundamen negara kita sebagai negara kebangsaan dan negara persatuan.

Untuk itu saya mengajak marilah kita tinggalkan kekerasan karena jalan kekerasan tanpa ujung, kebencian takkan berakhir kalau dibalas dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih, yang terbaik adalah kembali merajut nilai-nilai luhur bangsa. Yang ditandai dengan sikap toleran, ramah, gotong royong, tolong-menolong terpatri nilai-nilai manusiawi dan solidaritasnya.

Lalu bagaimana generasi muda fakfak bersikap ditengah-tengah ancaman disintegrasi ? kuncinya adalah memperbaiki kondisi sosial seperti meredam kecemburuan yang syarat akan prasangka dan curiga. Mengubur jurang pemisah antara kaya dan miskin, secara sadar dan bertanggungjawab kita buka jendela, pintu dan ruang yang kondusif sehingga warga bangsa dinegeri ini diberi kesempatan yang sama untuk berkarya. Kuncinya adalah mengembangkan kesetaraan sosial warga bangsa. (EF)

Berita Terkait

Opini WTP vs Pencitraan Kepala Daerah
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit
Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos
Tinta Demokrasi di Tahun 2024
Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 Tahun
Kasus HIV Meningkat, Buah Penerapan System Sekuler
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, Umumkan Pengakuan Atas Kemerdekaan Indonesia
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 20:59 WIB

Opini WTP vs Pencitraan Kepala Daerah

Senin, 1 April 2024 - 12:03 WIB

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Selasa, 13 Februari 2024 - 22:05 WIB

Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:10 WIB

Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos

Selasa, 2 Januari 2024 - 08:39 WIB

Tinta Demokrasi di Tahun 2024

Berita Terbaru

error: