Antrean Pertalite Kembali Mengular di Kaimana, SPBU Ungkap Penyebab Utamanya

EMBARANMEDIA.COM, KAIMANA – Antrean panjang kendaraan bermotor kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Senja Indah Persada, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, dalam beberapa pekan terakhir. Antrean tersebut didominasi kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat hingga roda enam yang menunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.

Fenomena tersebut dipicu meningkatnya minat masyarakat menggunakan BBM bersubsidi setelah harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, mengalami penyesuaian. Kondisi itu membuat para pengendara, terutama pengemudi angkutan umum, memilih mengisi Pertalite sehingga antrean sudah terlihat sejak sebelum SPBU mulai beroperasi.

Pengawas SPBU Senja Indah Persada, Pricillia Fofid, saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026), menjelaskan bahwa para pengemudi angkutan umum biasanya datang lebih awal agar dapat segera memperoleh BBM sebelum memulai aktivitas. Menurutnya, antrean umumnya mulai terbentuk sebelum pukul 07.30 WIT, dan akan berangsur berkurang setelah alokasi pengisian untuk kendaraan selesai disalurkan.

Baca Juga :  Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Hilang di Perairan Teluk Etna, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

“Pertamax memang sempat mengalami kenaikan harga sehingga banyak masyarakat beralih menggunakan Pertalite bersubsidi. Para sopir angkutan umum biasanya datang lebih awal karena mereka membutuhkan BBM untuk mulai bekerja. Setelah seluruh alokasi pengisian kendaraan selesai, antrean biasanya sudah tidak ada lagi hingga sore hari,” Ujar Pricillia.

Ia menjelaskan, kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Senja Indah Persada mencapai delapan ton per hari untuk kendaraan bermotor dan 13 ton untuk kebutuhan nonkendaraan atau masyarakat. Harga Pertalite saat ini sebesar Rp10.000 per liter.

Baca Juga :  Distrik Teluk Etna Siapkan Beragam Lomba Sambut HUT Ke-81 RI, Libatkan Enam Kampung

“Apabila kuota delapan ton untuk kendaraan telah habis disalurkan, pihak SPBU langsung menghentikan pelayanan pengisian bagi kendaraan bermotor,”jelasnya

Selain itu, Pricillia menyampaikan bahwa harga Pertamax yang sebelumnya berada di angka Rp16.650 per liter kini mengalami penurunan menjadi Rp16.300 per liter sejak 1 Agustus 2026.

“Meski demikian, sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan BBM bersubsidi karena dinilai lebih terjangkau.”Pungkasnya

Untuk mengatur distribusi BBM, pihak SPBU telah menerapkan jadwal pelayanan. Pengisian bagi kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, roda empat, dan roda enam dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis. Sementara itu, pelayanan bagi masyarakat yang menggunakan jeriken atau kebutuhan nonkendaraan dijadwalkan setiap Rabu dan Sabtu, terutama untuk masyarakat yang hendak kembali ke kampung melalui transportasi laut maupun para nelayan lokal.

Baca Juga :  Karhutla Jadi Ancaman, Polres Fakfak Perkuat Kesiapsiagaan dan Deteksi Dini

Pricillia menambahkan, seluruh proses pengisian BBM di SPBU Senja Indah Persada kini telah menggunakan sistem digital melalui pemindaian barcode dan verifikasi pelat nomor kendaraan. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran, meskipun proses pengisian membutuhkan waktu lebih lama sehingga antrean tampak lebih panjang.

“Adapun ketentuan pengisian maksimal ditetapkan sebanyak 50 liter untuk setiap mobil dan 60 liter bagi masyarakat yang melakukan pengisian menggunakan jeriken,”tutupnya

Pewarta: Yon || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: