Krisis Air Bersih di Fakfak, Bupati Samaun Turun ke Lapangan dan Siapkan Solusi Permanen
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, turun langsung meninjau sumber-sumber air utama guna memastikan penyebab gangguan sekaligus menyiapkan langkah penanganan permanen, Rabu (5/8/2026).
Peninjauan dilakukan usai Bupati memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, unsur Forkopimda, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Kantor Bupati Fakfak untuk membahas percepatan penanganan krisis air bersih.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan Air Besar. Dari hasil pengecekan di lapangan diketahui bahwa gangguan distribusi air bukan disebabkan oleh kekeringan, melainkan karena menurunnya debit sumber air utama.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Fakfak akan membangun embung pelindung baru untuk menampung air sebelum dialirkan ke jaringan distribusi. Sementara itu, langkah darurat dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan personel TNI, Polri, OPD teknis, dan masyarakat.
“Limpahan air harus bisa kita tampung secara optimal sebelum masuk ke saluran pipa. Melalui kerja bakti dan sinergi bersama TNI-Polri serta masyarakat, kami optimistis kendala teknis di Air Besar ini bisa segera teratasi,” ujar Bupati Samaun Dahlan.
Selanjutnya, rombongan meninjau sumber air di kawasan Kali Mati. Hasil pemantauan menunjukkan debit air di lokasi tersebut masih sangat melimpah dengan aliran yang deras. Bahkan, satu unit mobil tangki dapat terisi penuh hanya dalam waktu sekitar tiga menit.
Saat ini, pembenahan di Kali Mati difokuskan pada penataan sistem pengambilan air dan optimalisasi jalur distribusi menuju permukiman warga.
Sambil menunggu penyelesaian pekerjaan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga mengoperasikan armada pelayanan air bersih gratis untuk mendistribusikan air secara bergilir ke wilayah-wilayah yang terdampak.
Bupati memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal proses penanganan hingga distribusi air bersih kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia



















