Perdagangan Pala Fakfak Tembus 1.157 Ton hingga Agustus

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK — Perdagangan pala Kabupaten Fakfak terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Hingga Agustus 2026, total produksi pala yang tercatat mencapai 1.157.583 kilogram atau sekitar 1.157,58 ton.

Aktivitas perdagangan tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya produksi komoditas unggulan Fakfak, tetapi juga menggerakkan transaksi ekonomi dari tingkat petani, pengumpul hingga pengiriman pala ke luar daerah.

Khusus sepanjang Agustus 2026, produksi pala tercatat sebanyak 131.850 kilogram. Jumlah tersebut terdiri atas 106.250 kilogram pala kulit, 12.490 kilogram pala ketok, dan 13.110 kilogram fuli.

Dari aktivitas perdagangan pada bulan tersebut, nilai transaksi mencapai Rp8.732.650.000, dengan realisasi retribusi daerah sebesar Rp49.356.500.

Sementara itu, data pengiriman mencatat sebanyak 1.476 koli komoditas pala yang diperdagangkan antarpulau selama Agustus.

Jika dibandingkan secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, capaian produksi tersebut menunjukkan bahwa pala masih menjadi salah satu komoditas yang memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Fakfak.

Baca Juga :  Pria 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kaimana

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi perlu menjadi perhatian petani pekebun pala maupun pelaku usaha.

“Perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi tentu berpengaruh terhadap tanaman pala, termasuk waktu pembungaan, pembentukan buah hingga waktu panen. Karena itu, petani perlu menyesuaikan kegiatan budidaya dan waktu panen dengan kondisi tanaman serta cuaca di lapangan,” ujar Widhi.

Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu pala Fakfak. Penanganan yang baik sejak proses pemanenan hingga pengeringan dan penyimpanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan Fakfak, Josep Goenawan Wujudkan Janji 20 Set Meja-Kursi

“Kita tidak hanya mengejar jumlah produksi, tetapi juga harus menjaga mutu dan kualitas. Pala Fakfak memiliki identitas dan nilai tersendiri, sehingga penanganan mulai dari kebun sampai proses perdagangan harus dilakukan dengan baik,” katanya.

Widhi menambahkan, mutu yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan pasar dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Karena itu, petani diharapkan memperhatikan tingkat kematangan saat panen serta proses penanganan pascapanen agar kualitas biji pala dan fuli tetap terjaga.

Di tengah tantangan perubahan cuaca, Dinas Perkebunan Fakfak juga memberikan apresiasi kepada para petani pekebun dan pelaku usaha pala yang tetap mempertahankan produksi serta aktivitas perdagangan.

Baca Juga :  Festival Budaya Teluk Berau, Wabup Fakfak Dorong Pelestarian Warisan Leluhur dan Kemajuan Pariwisata

“Kami memberikan apresiasi kepada para petani pekebun pala dan pelaku usaha pala yang terus bekerja, mempertahankan kebun, menjaga produksi dan menggerakkan perdagangan pala Fakfak,” ujar Widhi.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pengembangan komoditas pala agar tidak hanya menghasilkan produksi dalam jumlah besar, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan produksi yang telah menembus lebih dari 1.157 ton hingga Agustus 2026, perdagangan pala menjadi salah satu aktivitas ekonomi penting yang menghubungkan hasil kebun masyarakat dengan pasar antarpulau.

Pemerintah berharap penguatan produksi, peningkatan mutu dan pengelolaan pascapanen dapat berjalan beriringan sehingga pala Fakfak semakin memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: