Kepala Kampung Tibatibananam Dukung Pala Unggul, Jaga Mutu Pala Tomandin

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Kepala Kampung Tibatibananam, Mansur Ugar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Fakfak yang terus mendorong peningkatan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak hingga ke tingkat kampung.

Menurut Mansur, perhatian terhadap mutu pala merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan komoditas pala sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Fakfak. Karena itu, Pemerintah Kampung Tibatibananam berinisiatif mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah daerah dengan mengajak kampung tetangganya, khususnya Program Pala Unggul yang menjadi bagian dari visi dan misi Fakfak Membara.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan dengan mendorong dan memfasilitasi kegiatan sosialisasi mutu dan kualitas pala kepada masyarakat di tiga kampung berdekatan.

Kegiatan Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman Masyarakat, Khususnya para Petani dan pelaku usaha pala, mengenai pentingnya menjaga mutu sejak dari kebun hingga produk sampai kepada konsumen.

“Kami dari Pemerintah Kampung Tibatibananam berinisiatif untuk mendukung program Pala Unggul yang merupakan bagian dari visi dan misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Bentuk dukungan yang bisa kami lakukan adalah mendorong sosialisasi kepada masyarakat, agar masyarakat di kampung benar-benar memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjaga mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak,”ujar Mansur.

Baca Juga :  Wabup Kaimana Minta Dana SAMISAKA Utuh untuk Masyarakat

Ia menilai, peningkatan produksi pala harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. Masyarakat tidak hanya perlu didorong untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga harus memahami proses pemanenan, penanganan, pengeringan, penyimpanan hingga pemasaran agar mutu pala tetap terjaga.

Menurutnya, pengetahuan tersebut sangat penting karena kualitas pala akan menentukan nilai jual, kepercayaan pasar, serta keberlanjutan Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah.

“Kita tidak hanya berbicara tentang berapa banyak pala yang kita hasilkan, tetapi bagaimana pala itu memiliki mutu yang baik. kalau kualitasnya baik, tentu akan memberikan nilai tambah kepada petani pekebun pala dan menjaga kepercayaan pasar terhadap Pala Tomandin Fakfak,”jelasnya

Mansur menegaskan bahwa Pala Tomandin bagi masyarakat Fakfak bukan sekadar komoditas perkebunan. Pala telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan telah dianggap sebagai salah satu jati diri daerah. Oleh sebab itu, menjaga kualitas Pala Tomandin menurutnya, sama dengan menjaga identitas dan nama baik Fakfak.

“Pala Tomandin sudah kita anggap sebagai jati diri kita. Karena itu, kualitasnya harus kita jaga bersama. Jangan sampai nama Pala Tomandin kita banggakan, tetapi dalam prosesnya kualitasnya tidak kita pertahankan. Kita harus memastikan pala yang dihasilkan masyarakat benar-benar memiliki mutu yang baik sehingga nama Pala Tomandin Fakfak tetap dipercaya,”tegasnya.

Baca Juga :  BPK Temukan Masalah Kendaraan Dinas Papua, Pemprov Siapkan Pemeriksaan

Ia berharap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama pemerintah melalui Dinas Perkebunan Fakfak sebagai narasumber tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat dalam aktivitas perkebunan sehari-hari.

Petani diharapkan semakin memahami bahwa menjaga mutu merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari proses produksi di kebun, pemanenan, penanganan pascapanen, pengeringan, penyimpanan hingga pemasaran.

Mansur juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak yang telah memberikan ruang bagi Pemerintah Kampung untuk ikut mengambil bagian dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat. Ia berharap pendampingan dan sosialisasi mengenai mutu pala dapat dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di kampung-kampung yang menjadi sentra produksi pala.

“Kami berharap sosialisasi seperti ini terus dilakukan. Masyarakat harus diberikan pengetahuan secara terus-menerus, sehingga standar mutu bukan hanya dipahami, tetapi menjadi kebiasaan dalam menangani pala. Pemerintah kampung siap mendukung dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas Pala Tomandin,”ujarnya.

Lebih lanjut, Mansur Ugar mengajak petani pekebun pala, kelompok tani pala, pedagang pengumpul dan seluruh pelaku usaha pala untuk memiliki komitmen yang sama. Menurutnya, keberhasilan Program Pala Unggul tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.

Baca Juga :  Lima Raperda Disetujui, Wa Ode Syahara Soroti Baperkam, Aset hingga Pasar: Jangan Sekadar Formalitas

“Program Pala Unggul harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah memberikan kebijakan dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi pelaku utamanya. Kalau kita bersama-sama menjaga kualitas, maka yang mendapatkan manfaat juga masyarakat sendiri dan pedagang karena pala yang berkualitas akan memiliki harga jual, nilai ekonomi yang lebih baik,”tambahnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Fakfak, Pemerintah Kampung, kelompok tani pekebun pala dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan pemahaman yang semakin baik, petani pekebun pala diharapkan mampu menghasilkan pala yang tidak hanya unggul dari sisi produksi, tetapi juga unggul dari sisi mutu dan kualitas.

Mansur Ugar menutup dengan penegasan bahwa menjaga Pala Tomandin bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk mempertahankan identitas Fakfak dan memastikan komoditas tersebut tetap memberikan manfaat investasi bagi generasi yang akan datang.

“Kalau kita menjaga mutu Pala Tomandin, berarti kita menjaga jati diri Fakfak. Karena itu, mari kita mulai dari kampung, dari kebun kita masing-masing, dengan pengetahuan yang benar dan kemauan untuk menjaga kualitas. Ini adalah bagian dari dukungan kita terhadap Pala Unggul visi misi pemerintah dan masa depan masyarakat Fakfakm,”pungkasnya.

Pewarta: Alfan || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: