BRMP Turun ke Fakfak, Hilirisasi Pala Tomandin 1.000 Ha Dikebut

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK — Upaya mempercepat program hilirisasi komoditas perkebunan unggulan Kabupaten Fakfak, khususnya Pala Tomandin, terus digenjot melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Fakfak.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., bersama tim BBPMP Papua Barat dan BBPPT Ambon melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Fakfak untuk melihat secara langsung kesiapan pelaksanaan program hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare dan program peremajaan kelapa seluas 75 hektare.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pemutakhiran data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai salah satu tahapan penting sebelum program direalisasikan di lapangan.

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung kondisi penangkaran bibit Pala Tomandin di Fakfak. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber benih sekaligus melihat kondisi bibit yang akan mendukung pelaksanaan program hilirisasi perkebunan pala.

Usai melakukan peninjauan, Kepala BRMP Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, berharap proses pemutakhiran dan penginputan data CPCL dapat segera diselesaikan melalui aplikasi SIMLUHTAN dan e-Bamper.

Menurutnya, kelengkapan serta validitas data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program hilirisasi Pala Tomandin berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Futsal Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir, Samaun Dahlan Bidik Talenta Baru Fakfak

“Data harus dipastikan lengkap dan valid agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BBPPT Ambon, Titinurhaya, turut melakukan pemeriksaan terhadap penangkaran bibit Pala Tomandin.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesiapan bibit sebelum memasuki tahapan distribusi guna mendukung program hilirisasi pala seluas 1.000 hektare.

Kesiapan sumber benih menjadi bagian penting karena keberhasilan program pengembangan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luasan lahan, tetapi juga kualitas bahan tanam yang digunakan petani.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., memastikan Pemkab Fakfak telah mempersiapkan data serta lahan CPCL untuk mendukung program Pala Tomandin seluas 1.000 hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan CPCL untuk program peremajaan kelapa seluas 75 hektare yang menjadi bagian dari program perkebunan di Kabupaten Fakfak.

Meski demikian, Widhi mengimbau para petani pekebun untuk tetap bersabar menunggu proses realisasi program.

Baca Juga :  Tepati Janji kepada Masyarakat, Polres Fakfak Bersama BPBD Salurkan 11.000 Liter Air Bersih ke Air Merah

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis hilirisasi perkebunan dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan harus mengikuti prosedur, mekanisme, serta ketentuan yang berlaku.

Selain kesiapan administratif dan teknis, kondisi iklim dan cuaca juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan program.

Saat ini Kabupaten Fakfak masih menghadapi musim kemarau yang cukup berpengaruh terhadap kondisi tanaman dan kesiapan kegiatan di lapangan.

Karena itu, kemungkinan adanya penyesuaian waktu pelaksanaan tetap terbuka, terutama untuk menunggu kondisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kalender musim tanam.

Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan. Dengan demikian, ketika seluruh persyaratan program telah terpenuhi dan kondisi musim mendukung, pelaksanaan dapat segera direalisasikan.

Program peremajaan kelapa seluas 75 hektare juga menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak. Program tersebut menjadi langkah baru dalam mendorong pengembangan komoditas kelapa di daerah.

Masuknya kelapa Fakfak dalam program nasional tidak terlepas dari hasil audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam agenda rapat koordinasi teknis beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Mau Kirim Bibit Pala Tomandin ke Luar Fakfak? Simak 8 Prosedurnya

Hasil audiensi tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertanian dengan mendorong masuknya program peremajaan kelapa untuk Kabupaten Fakfak.

Pemerintah daerah berharap program ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas tanaman, pendapatan petani, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Program hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, nilai tambah dan daya saing komoditas pala Fakfak.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani pekebun dan seluruh pemangku kepentingan, Pala Tomandin diharapkan semakin kuat sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dari Fakfak, pengembangan Pala Tomandin terus didorong agar semakin kuat, berkualitas dan memiliki nilai tambah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan petani dan masa depan perkebunan Fakfak yang lebih maju.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: