Maulid Turunan Marga Digelar di Pulau Atupa, Mengenang Sejarah Islam Teluk Patipi

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Muslim di kawasan Teluk Patipi. Maulid Turunan Marga Iba, Mury, Iha, dan Bauw dilaksanakan secara khusus di Pulau Atupa, Osir, salah satu wilayah yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat. Senin, (14/09/2026).

Pelaksanaan Maulid Turunan Marga di Pulau Atupa bukan sekadar kegiatan keagamaan. Bagi masyarakat dan para tetua yang hadir, pulau tersebut memiliki hubungan erat dengan sejarah perjalanan leluhur serta perkembangan kehidupan umat Islam di kawasan Teluk Patipi.

Baca Juga :  Kabut Asap Selimuti Fakfak, KSOP Pastikan Kapal Penumpang Tetap Beroperasi Normal

Menurut sejumlah imam yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, keunikan Maulid Turunan Marga tahun ini terletak pada lokasi pelaksanaannya, yakni Pulau Atupa. Di pulau tersebut terdapat makam para leluhur atau moyang yang menjadi bagian penting dari sejarah keluarga dan masyarakat setempat.

Pulau Atupa juga dikenang sebagai tempat yang pernah dikunjungi dan didiami oleh para leluhur terdahulu. Tempat ini disebut pernah menjadi rumah sekaligus lokasi beribadah dan melaksanakan salat. Dalam perjalanan sejarah Jazirah Onim, Pulau Atupa juga disebut memiliki peran tersendiri karena berbagai peristiwa penting pernah berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Bapas Fakfak Gelar Nongkrong Sadar Hukum, Sosialisasikan KUHP Baru kepada Generasi Muda

Karena itu, pelaksanaan Maulid di Pulau Atupa memiliki makna yang lebih mendalam. Selain menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang kembali jejak para leluhur serta nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Momentum Maulid Turunan Marga ini turut menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi antarmasyarakat Muslim di kawasan Teluk Patipi. Kehadiran masyarakat dari berbagai kampung menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan, kebersamaan, dan penguatan persaudaraan.

Baca Juga :  Tiga Warga SBT yang Hilang Saat Berlayar Ditemukan Selamat

Masyarakat yang turut terhubung dalam momentum tersebut berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Offi, Timar, Mawar, Patipi Pasir, Bisa, dan Patipi Pulau.

Dengan dilaksanakannya Maulid Turunan Marga di Pulau Atupa, masyarakat tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, persaudaraan, penghormatan kepada leluhur, serta semangat untuk menjaga warisan keislaman dan budaya yang telah diwariskan sejak dahulu.

Pewarta: Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: