Menelusuri Jejak Perang Dunia II di Tomage Fakfak, Berpotensi Jadi Wisata Sejarah

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 20 bidang pariwisata menelusuri sejumlah titik yang diduga menyimpan peninggalan Perang Dunia II di Kampung Salawir, Tomage, dan Otoweri, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk melihat potensi pengembangan wisata sejarah sekaligus mengetahui kondisi awal peninggalan yang masih berada di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran tim dan keterangan masyarakat setempat, kawasan tersebut masih memiliki sejumlah jejak yang dikaitkan dengan Perang Dunia II, antara lain bekas landasan udara, bunker, kendaraan militer, serta berbagai peninggalan lainnya yang tersebar di sejumlah titik.

Sebagian peninggalan tersebut kini telah tertutup vegetasi dan tanah sehingga akses menuju lokasi semakin terbatas. Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah peninggalan dinilai berpotensi rusak, hilang, atau semakin sulit dikenali apabila tidak segera didata dan dilestarikan.

Menurut keterangan masyarakat, beberapa kendaraan yang sebelumnya berada di lokasi juga kini sudah tidak lagi ditemukan.

Tokoh masyarakat adat setempat, Andreas Nanapesi, berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap peninggalan sejarah yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Baca Juga :  27 OPD Turun Tangan Salurkan Air Bersih untuk Warga Pariwari

Menurut Andreas, pengumpulan dan pelestarian benda-benda bersejarah dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan wisata sejarah atau museum yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus terhadap peninggalan-peninggalan ini. Kalau kendaraan-kendaraan yang masih ada bisa diambil dan dikumpulkan menjadi satu tempat, tentunya bisa dijadikan destinasi wisata sejarah atau museum,” ujar Andreas.

Andreas menilai, pengembangan wisata sejarah tidak hanya dapat menjadi sarana edukasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat adat serta penghormatan terhadap hak ulayat dalam setiap rencana pengelolaan kawasan.

“Kalau tidak segera diperhatikan, kita khawatir peninggalan yang masih ada akan semakin rusak atau hilang. Padahal, ini merupakan sejarah yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa peninggalan Perang Dunia II di kawasan transmigrasi Tomage merupakan salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan, terutama sebagai wisata minat khusus.

Baca Juga :  Raih Kesempatan Beasiswa 100 Persen, Polres Fakfak Ajak Pelajar Kenali SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Ia menyebut tiga kampung yang memiliki potensi tersebut, yakni Otoweri, Tomage, dan Salawir.

“Ketika kita berbicara tentang wisata yang berpotensi dikembangkan di wilayah transmigrasi, salah satunya adalah peninggalan Perang Dunia II di Distrik Tomage, tepatnya di tiga kampung: Otoweri, Tomage, dan Salawir,” kata Ilham.

Menurut Ilham, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan sejumlah tahapan serta keterlibatan para ahli, termasuk ahli arkeologi. Koordinasi dengan kepolisian dan TNI juga diperlukan karena di sejumlah titik diperkirakan masih terdapat bom atau amunisi yang kemungkinan masih aktif.

Karena itu, lokasi perlu diperiksa dan disterilisasi terlebih dahulu sebelum dibuka sebagai kawasan wisata.

Ia menambahkan, keberadaan jejak Perang Dunia II juga dapat memperkuat narasi sejarah mengenai posisi Papua, khususnya Fakfak, dalam rangkaian peristiwa Perang Dunia II di kawasan Pasifik.

Karena itu, aspek pelestarian, keamanan, dan ketepatan informasi sejarah menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kawasan tersebut.

Ilham menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan sejumlah upaya untuk mendorong pelestarian sekaligus pengembangan potensi tersebut.

Baca Juga :  BPS Kaimana Perkuat Data Petani, SPDT NTP 2026 Digelar

Menurutnya, proses yang berjalan telah mencapai tahap Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata telah melakukan upaya agar kawasan ini bisa dikembangkan sebagai tempat wisata. Proses yang sudah dilalui sampai pada tahap Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), dan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin supaya bisa terealisasi,” ujarnya.

Bagi TEP Unpad Kelompok 20 bidang pariwisata, penelusuran tersebut menunjukkan bahwa kawasan Tomage dan sekitarnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Pengembangan selanjutnya perlu dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek pelestarian, keselamatan pengunjung, validasi sejarah, serta keterlibatan masyarakat adat dan pemerintah daerah.

Dengan pendekatan tersebut, peninggalan Perang Dunia II di kawasan Tomage diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga ruang pembelajaran yang membantu generasi muda mengenal kembali sejarah Papua, khususnya Fakfak.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: