Menu

Mode Gelap
Kepala BP4D Fakfak: Musrenbang 17 Distrik Rampung, Fokus RKPD 2027 Polisi Fakfak Sigap! Bantu Mobil Tak Kuat Menanjak dan Evakuasi Korban Laka Khidmat di Malam 27 Ramadan, Festival Anak Sholeh Remasta Tanjung Sendiri Resmi Ditutup Tak Perlu Khawatir Saat Libur Lebaran, BRI Fakfak Tetap Hadir Lewat Layanan Digital Danrem 182/JO Panen Pakcoy di Makorem Fakfak, Dorong Ketahanan Pangan Prajurit Wabup Donatus Nimbitkendik Minta RT Aktif Data Rumah Warga yang Belum Miliki Air Bersih

Jendela Parlemen

Muncul Hoaks Sinovac, Uji Klinis Diminta Segera Dirilis

badge-check


					Muncul Hoaks Sinovac, Uji Klinis Diminta Segera Dirilis Perbesar

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah segera memberikan penjelasan resmi hasil uji klinis tahap ketiga vaksin Sinovac agar masyarakat tidak panik. Pasalnya muncul hoaks bahwa vaksin Sinovac mengandung boraks, merkuri dan unsur babi, kendati isu telah dibantah oleh Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

“Isu tersebut dapat membuat masyarakat bingung, panik bahkan bisa distrust terhadap pemerintah. Perlu segera ditangani agar tidak menganggu  program vaksinasi,” tegas Nettt melalui siaran pers yang diterima Parlementaria, baru-baru ini. Menurut Netty, pemerintah perlu untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi melalui komunikasi publik yang antisipatif.

“Pemerintah harus segera  mengumumkan hasil uji klinis Sinovac secara transparan, akuntabel dan penuh kejujuran,” pinta politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tersebut. Selain itu,  Pemerintah, lanjut Netty juga harus memiliki  kemampuan membangun komunikasi publik yang antisipatif, cepat dan akurat.

“Jangan sampai masyarakat lebih percaya pada info yang diperoleh melalui media sosial. Pemerintah harus menjelaskan kepada publik tentang informasi vaksin yang diklaim sebagai hoaks, serta pembuktian dari pemerintah secara kasat mata bahwa vaksin yang didatangkan bukan yang terpampang dalam foto dan berita hoaks yang beredar. Jangan sampai terjadi hal yang sama seperti RUU Ciptaker, di mana pemerintah membantah bahwa itu hoaks, akhirnya timbul kegaduhan tanpa ada penjelasan lebih lanjut dari pemerintah” lanjutnya.

Legislator dapil Jawa Barat VIII itu  juga meminta BPOM dan LPOM MUI agar segera menyelesaikan pekerjaannya. “Saya ingatkan bahwa dijanjikan hasil uji klinis diterima pada akhir Desember atau awal Januari. Segera umumkan tingkat keampuhan, material yang terkandung, efek samping yang mungkin timbul, serta kehalalan vaksin Sinovac dan vaksin lain yang sedang dalam masa uji klinis,” pintanya. 

Sumber : www.dpr.go.id

Baca Lainnya

Buka Puasa Bersama di Masina, Abdul Rahman: Cerita Kampung Akan Kami Bawa ke Kabupaten

2 Maret 2026 - 17:58

Serap Aspirasi di Fakfak, Saleh Siknun Dorong Bantuan Pendidikan dan Usaha Lebih Tepat Sasaran

28 Februari 2026 - 12:13

Abdul Rahman Tegaskan DPRK Fakfak Konsisten Kawal Aspirasi, Tak Terbatas pada Musrenbang

28 Februari 2026 - 12:00

Wakil Ketua II DPRK Fakfak Tinjau PT Rimbun Sawit Papua di Bomberay, Soroti CSR dan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal

26 Februari 2026 - 10:43

Ketua DPRK Fakfak Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Wajib Hidupkan Ekonomi Lokal

25 Februari 2026 - 06:55

Trending di Jendela Parlemen
WhatsApp
error: