Malunya Tito Gara-gara Gubernur Papua Terobos Negara Tetangga

- Jurnalis

Selasa, 6 April 2021 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EmbaranMedia.com- Perbuatan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menerobos masuk ke Papua Nugini secara ilegal dinilai sebagai hal yang memalukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dengan alasan berobat karena sakit sekalipun, Tito tak membenarkan perbuatan Lukas.

Dilansir Antara, Tito menerangkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak melarang kepala daerah untuk berobat, bahkan jika harus di luar negeri. Namun, kepala daerah harus patuh terhadap aturan izin Kemendagri.

“Kemendagri tidak pernah melarang kepala daerahnya untuk berobat termasuk bila tujuannya berobat ke luar negeri, namun harus sesuai prosedur yakni meminta izin ke Kemendagri. Nanti saya akan menanyakan penyebab Gubernur Enembe pergi secara ilegal dalam pertemuan nanti karena itu sangat memalukan,” ujar Tito di Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021).

Baca Juga :  Sebarkan Surat IMM Dengan Tudingan Ilegal, IMM Kota Ambon Minta Kapolresta Driyano Andri Ibrahim Klarifikasi

Tito mengungkapkan sanksi sementara untuk Lukas Enembe berupa teguran keras. “Prosedur itu dilanggar, itu melanggar hukum, ada sanksinya dan sementara diberi teguran keras,” tutur Tito.

Tito menjelakan dalam UU Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tentang Tata Cara Perjalanan ke Luar Negeri di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah diterangkan setiap kepala daerah wajib mengajukan izin jika hendak bepergian ke luar negeri.

“Pak Gubernur tidak pernah mengajukan izin kepada Kemendagri. Padahal kalau memang urgent, komunikasi sama saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat menyusul. Kalau memang tujuannya untuk kepentingan kesehatan, pasti kita izinkan,” katanya.

Baca Juga :  Sebarkan Surat IMM Dengan Tudingan Ilegal, IMM Kota Ambon Minta Kapolresta Driyano Andri Ibrahim Klarifikasi

Kemendagri melalui Dirjen Otda tertanggal 1 April telah mengeluarkan teguran terkait kunjungan keluar negeri kepada Gubernur Papua Lukas Enembe. Sementara itu Lukas Enembe mengatakan sudah melaporkan peristiwa masuk ke Papua Nugini secara ilegal kepada Tito. Dia mengaku lapor ke Tito saat masih berada di Papua Nugini.

“Sedangkan terkait dengan kejadian sebelumnya, saya sudah sampaikan kepada Mendagri secara virtual ketika di Vanimo,” kata Lukas Enembe seperti dilansir Antara.

Lukas Enembe menyampaikan hal itu saat menerima kedatangan Tito di Gedung Negara Jayapura, Papua untuk membahas pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Lukas menambahkan, dia mengaku hanya menjalani pengobatan tradisional saja di Vanimo karena kondisi kesehatan yang tidak baik. “Saya hanya berobat dan punya hak untuk ke sana dan kemari,” ujar dia.

Baca Juga :  Sebarkan Surat IMM Dengan Tudingan Ilegal, IMM Kota Ambon Minta Kapolresta Driyano Andri Ibrahim Klarifikasi

Seperti diketahui, Lukas Enembe masuk ke PNG melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Jayapura pada Rabu (31/3). Pemerintah PNG mendeportasi dia dengan dua pengikutnya, sehingga Konsulat RI di Vanimo mengeluarkan surat pengganti laksana paspor (SPLP) dan dipulangkan melalui PLBN Skouw, Jumat (3/4).

Berita Terkait

Sebarkan Surat IMM Dengan Tudingan Ilegal, IMM Kota Ambon Minta Kapolresta Driyano Andri Ibrahim Klarifikasi
Presiden Jokowi: Kenaikan UKT Dibatalkan untuk Tahun Ini
Hadiri Peresmian IDTH, Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Kuartal I 2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen
Warga Minta Inpektorat Segera Audit Pj. Kades Kelibingan SBT Atas Ketidakadilannya ke 37 KK
Imgobati Basis Fakfak Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga Dusun Derak SBT
Bupati Untung Tamsil Sebut Provinsi Papua Barat Jadi Miniatur Bhineka Tunggal Ika di Indonesia
Bamsoet Berharap Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo – Gibran Diisi Figur Kompeten
Wakapolres Fakfak Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mansinam 2024, Ini Amanat Kapolri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:58 WIB

Sebarkan Surat IMM Dengan Tudingan Ilegal, IMM Kota Ambon Minta Kapolresta Driyano Andri Ibrahim Klarifikasi

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:53 WIB

Presiden Jokowi: Kenaikan UKT Dibatalkan untuk Tahun Ini

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:23 WIB

Hadiri Peresmian IDTH, Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Kuartal I 2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen

Sabtu, 20 April 2024 - 22:30 WIB

Warga Minta Inpektorat Segera Audit Pj. Kades Kelibingan SBT Atas Ketidakadilannya ke 37 KK

Jumat, 19 April 2024 - 15:48 WIB

Imgobati Basis Fakfak Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga Dusun Derak SBT

Minggu, 14 April 2024 - 18:58 WIB

Bupati Untung Tamsil Sebut Provinsi Papua Barat Jadi Miniatur Bhineka Tunggal Ika di Indonesia

Jumat, 12 April 2024 - 16:43 WIB

Bamsoet Berharap Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo – Gibran Diisi Figur Kompeten

Kamis, 4 April 2024 - 13:57 WIB

Wakapolres Fakfak Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mansinam 2024, Ini Amanat Kapolri

Berita Terbaru

Fakfak Terkini

Babinsa Koramil Karas Bantu Warga Cor Halaman Masjid

Rabu, 12 Jun 2024 - 19:47 WIB

Fakfak Terkini

Koramil Tomage Bahu-membahu Bantu Mengecor Pondasi Rumah Warga

Selasa, 11 Jun 2024 - 18:42 WIB

error: