Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Opini

Mencari Sosok Pahlawan Di Masa Transisi

badge-check


					Mencari Sosok Pahlawan Di Masa Transisi Perbesar

Oleh: Ismail Weripang, S.IP

Negarawan Muda

Embaranmedia.com – Judul tersebut sengaja dibuat untuk menarik kesimpulan kata “PENCITRAAN” sebagai objek tujuan dari tulisan ini.  Hari ini,  dengan mudah kita bisa menyaksikan bagaimana cara penggiringan opini publik dengan menggunakan media sosial.  

Maka mencari sosok pahlawan yang tak terlihat tetapi selalu ada itu benar-benar sulit.  Karena saat ini,  para penjahat, para koruptor, para mafia,  punya cara tersendiri mengelabui opini publik menggunakan media sosial.  

Terbuka lebar pintu kemungkinan bagi siapa saja,  termasuk seorang koruptor kelas kakap, bahkan para mafia juga bisa saja berpeluang besar masuk dan ikut serta bermain-main dalam penggiringan opini publik. para buzer bayaran juga ikut serta menyebar informasi yang bisa saja ditelan mentah-mentah oleh masyarakat awam, dan kemudian memicuh pecah-belah dalam kehidupan berbangsa.  

Itulah kenapa negeri ini mendambakan munculnya sosok pahlawan dari kegelapan, dari ketidakterdugaan, dari kemustahilan. ibarat mutiara yang berabad-abad tersimpan didasar laut,  untuk menemukannya,  kita butuh usaha untuk menyelami jauh ke dasar laut.  sang mutiara yang tersimpan berabad-abad lamanya,  akan mahal dan benilai harganya di hadapan publik, jika ia muncul dipermukaan laut.  

Tak peduli kata-kata “Gilileo” yang meluncur dari dalam lakon bertolt brecht;  “tak berbahagialah negeri yang memerlukan pahlawan”. Namun Indonesia sekarang,  sangat membutuhkan pahlawan yang berani dimasa-masa transisi. 
Indonesia yang harus melalui masa-masa transisi yang berbahaya pasca virus covid-19 harus memunculkan sang pahlawan dari dasar laut. penulis kurang setuju jika ada yang menyebutkan bahwa “segala sesuatu bisa dikendalikan dengan money” itu berarti kita harus setuju bahwa para mafia,  para koruptor, para penjahat,  bisa saja memegang kendali arah kebijakan publik.  

Tentu saja,  lubang dimasa transisi tidak cukup diisi oleh satu atau dua orang pahlawan. paling tidak,  jumlah pahlawan itu ada disetiap daerah,  ada disetiap lingkungan masyarakat dimana tempat kita tinggal.  
apa ciri-cirinya,  mereka yang selalu amanah,  cerdas,  punya empati, punya rasa tanggung jawab,  dan takut terhadap Tuhan.  seperti apa yang dikatakan Prof.  Salim Said,  jika suatu bangsa tidak ada yang ditakuti,  maka tidak akan maju bangsa itu.  

Sosok pahlawan itu ada pada diri anda,  jika anda mau. sosok pahlawan itu dimulai dengan kebaikan kecil yang terus berulang-ulang,  dimulai dari diri sendiri,  konsisten memegang idealisme bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. (**)

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: