Menu

Mode Gelap
Basarnas Fakfak Latih Relawan Rumah Zakat Teknik Evakuasi Darurat dan Non Darurat Rehabilitasi Lahan Bandara Siboru, Kodim 1803/Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Seleksi JPT Pratama Fakfak Masuki Tahap Akhir, 13 Jabatan Kantongi Tiga Nama Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak Antisipasi Bencana Kontinjensi, Yon Komposit PRCPB Gelar Apel Gabungan di Fakfak BMKG Tegaskan Komitmen Keselamatan Transportasi di Penutupan Posko Nataru 2025–2026

Pendidikan

Oknum Dosen Diduga Jadi Dalang Kekerasan di Unimuda, HMI Sorong: Kampus Bukan Tempat Premanisme

badge-check


					Oknum Dosen Diduga Jadi Dalang Kekerasan di Unimuda, HMI Sorong: Kampus Bukan Tempat Premanisme, (Foto: EM/Istimewa). Perbesar

Oknum Dosen Diduga Jadi Dalang Kekerasan di Unimuda, HMI Sorong: Kampus Bukan Tempat Premanisme, (Foto: EM/Istimewa).

EMBARANMEDIA.COM, SORONG – Suasana kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong memanas setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu oknum dosen dalam aksi provokatif terhadap mahasiswa.

Insiden ini terjadi pada Rabu, 21 Mei 2025, saat mahasiswa menggelar demonstrasi menolak penggunaan gedung MALAK sebagai ruang kuliah sementara bagi program studi Kedokteran.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut. Ketua Umum HMI Cabang Sorong, Mukhlis Rumadan, menyebut bahwa keterlibatan dosen dalam aksi kekerasan dan provokasi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai akademik.

“Dosen adalah cerminan moral, tugasnya mendidik, bukan memprovokasi. Mahasiswa bukan ajang uji coba fisik! Kalau kampus membiarkan premanisme berseragam dosen, maka institusi ini akan rusak dari dalam,” tegas Mukhlis.

Ia mendesak Rektor Unimuda, Dr. Rustamaji, untuk segera mengambil tindakan tegas agar insiden serupa tidak terulang. Mukhlis juga mengingatkan bahwa kampus adalah ruang intelektual yang seharusnya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan aspirasi mahasiswa.

HMI Cabang Sorong menyampaikan empat tuntutan resmi menyikapi peristiwa ini:

  • Mendesak Rektor Unimuda Sorong untuk mencopot oknum dosen yang diduga menjadi provokator dan pelaku kekerasan terhadap mahasiswa.
  • Mendorong seluruh civitas akademika agar tidak diam terhadap praktik kekerasan yang berlindung di balik jabatan akademik.
  • Menolak segala bentuk pembungkaman aspirasi mahasiswa melalui kekerasan dan tekanan struktural.
  • Mengajak seluruh mahasiswa, dosen progresif, dan elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menolak premanisme yang berlindung di balik gelar akademik.

“Kampus bukan tempat preman! Jika tindakan ini dibiarkan, maka kita sedang membuka pintu kehancuran dunia pendidikan,” pungkas Mukhlis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat Unimuda belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dosen tersebut. (EM/Red)

Baca Lainnya

Hilirisasi Pala Fakfak: Dari Komoditas Mentah Menjadi Produk Lotion Anti-Malaria Bernilai Tinggi

2 Januari 2026 - 11:46

Bahar Rimosan: Usia 57 Tahun Yapis Harus Jadi Titik Bangkit Pendidikan di Fakfak

15 Desember 2025 - 08:59

Matematika Tak Lagi Menakutkan! Metode GASING Bikin Siswa SD Fakfak Ketagihan Berhitung

13 Desember 2025 - 09:12

Ratusan Siswa MIN Fakfak Ikuti Class Meeting Bernuansa Religi dan Kreativitas

9 Desember 2025 - 13:01

Polinef Ciptakan Mesin Es Balok Ramah Lingkungan untuk Nelayan

1 Desember 2025 - 22:28

Trending di Berita
WhatsApp
error:
https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY