Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Pemberdayaan: YP2M3F dan Pemda Fakfak Perkuat Fondasi Program Kapala Emas Pererat Silaturahmi, Wanita Islam Al-Khairaat Fakfak Adakan Safari Ramadhan 2026 Kabar Baik untuk UMKM Fakfak, BRI Siap Dukung dan Dampingi Pelaku Usaha Ketua DPRK Fakfak Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Wajib Hidupkan Ekonomi Lokal Sinergi Perbankan dan TNI: BRI Resmi Teken PKS Kredit Briguna dengan Kodim 1803/Fakfak Reses Perdana 2026, Saleh Siknun Salurkan Air Bersih Gratis ke Warga dan Rumah Ibadah di Fakfak

Pemerintahan

Relokasi Pedagang Dimulai, Pasar Thumburuni Siap Jadi Pusat Ekonomi Fakfak

badge-check


					Relokasi Pedagang Dimulai, Pasar Thumburuni Siap Jadi Pusat Ekonomi Fakfak, (Foto: EM/Ramli Rumbati). Perbesar

Relokasi Pedagang Dimulai, Pasar Thumburuni Siap Jadi Pusat Ekonomi Fakfak, (Foto: EM/Ramli Rumbati).

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) resmi memulai proses relokasi pedagang dari Pasar Darurat Kelapa Dua dan Pasar Ikan Tanjung Wagom ke bangunan baru Pasar Thumburuni, Kamis (24/07/2025).

Kepala Dinas Perindag, Mohjak Rengen, menyampaikan bahwa relokasi ini dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan prinsip keadilan, khususnya bagi para pemilik hak ulayat. Penempatan pedagang dilakukan sesuai hasil musyawarah bersama para pemangku kepentingan adat dan pemerintah daerah.

“Hari ini menjadi momentum awal bagi para pedagang untuk mulai menempati kios dan meja yang telah disiapkan. Saya minta mama-mama atau pedagang lama segera mengecek nama mereka ke tim kami, karena penempatan tidak boleh sembarangan atau serobotan,” tegas Mohjak Rengen dalam arahannya.

Ia menjelaskan, terdapat sebanyak 444 meja yang telah terdaftar sejak lama dan saat ini tengah diverifikasi kembali oleh tim. Jika ada pergantian kepemilikan dari pemilik awal ke pihak kedua atau ketiga, hal itu harus disampaikan secara terbuka.

“Kami akan telusuri siapa pemilik pertamanya. Jika ada penyewaan atau peminjaman kepada non-OAP, semua harus dijelaskan agar prosesnya transparan,” tambahnya.

Terkait hak ulayat, Dinas Perindag telah menetapkan alokasi khusus berdasarkan rekomendasi Bupati. Sebanyak 20 meja untuk marga Namudat dan 20 meja untuk marga Patiran akan ditempatkan di bagian depan pasar sebagai bentuk penghormatan terhadap pemilik tanah adat.

Selain itu, masing-masing markah juga mendapatkan 10 los, sehingga total alokasi mencapai 40 meja dan 20 los untuk komunitas adat.

“Ini komitmen kami dalam menghormati hak-hak masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan,” jelas Mohjak.

Selain pedagang lama dan pemilik hak ulayat, pasar ini juga mengakomodir UMKM kampung, seperti pelaku usaha anyaman, busku (busana kulit), serta perwakilan komunitas keagamaan Kristen Protestan, Katolik, dan Islam. Pemerintah juga telah menyiapkan 17 unit meja yang akan digunakan secara kolektif oleh perwakilan dari 17 distrik di Fakfak.

Di akhir pernyataannya, Kadis Perindag Mohjak Rengen mengimbau seluruh pedagang agar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

“Nama-nama yang belum terdeteksi silakan dilaporkan ke panitia untuk kami catat dan laporkan ke Bapak Bupati. Semua harus terdata, dan yang utama, hak ulayat harus dihormati dan ditempatkan di depan,” pungkasnya.

Selain itu, Staf Khusus Bupati Fakfak bidang Perekonomian, Charles Kambu, dalam kesempatan yang sama menambahkan, pembangunan Pasar Thumburuni merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan harus dijaga dengan baik.

“Pasar ini adalah hasil perjuangan pemerintah daerah, dari titik nol hingga berdiri megah seperti sekarang. Ini akan menjadi pusat ekonomi dan investasi baru di Fakfak,” ujarnya.

Charles juga menambahkan bahwa setelah pembangunan pasar, proyek infrastruktur lainnya akan segera menyusul, termasuk jalan dari titik nol Torea sepanjang empat kilometer dengan anggaran sekitar Rp35 miliar.

Ia pun berharap kesuksesan pasar ini akan membuka pintu bagi PSN lain seperti bandara dan infrastruktur besar lainnya.

Jurnalis: Ramli Rumbati || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Kolaborasi Pemberdayaan: YP2M3F dan Pemda Fakfak Perkuat Fondasi Program Kapala Emas

25 Februari 2026 - 12:44

Sinergi Perbankan dan TNI: BRI Resmi Teken PKS Kredit Briguna dengan Kodim 1803/Fakfak

24 Februari 2026 - 22:11

Menuju Polri 2026: Putra-Putri Fakfak Ditempa Fisik dan Mental Lewat Binlat

23 Februari 2026 - 06:40

Dilantik Definitif, Muhammad Ilham Nurdin Siap Tancap Gas Kembangkan Pariwisata dan UMKM Kreatif Fakfak

20 Februari 2026 - 14:51

Langkah Digital Fakfak: Retribusi Pala Pertama di Papua Gunakan Sistem VA Bank Papua

19 Februari 2026 - 12:55

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY