Menu

Mode Gelap
Ketua DPRK Fakfak Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Wajib Hidupkan Ekonomi Lokal Sinergi Perbankan dan TNI: BRI Resmi Teken PKS Kredit Briguna dengan Kodim 1803/Fakfak Reses Perdana 2026, Saleh Siknun Salurkan Air Bersih Gratis ke Warga dan Rumah Ibadah di Fakfak Menuju Polri 2026: Putra-Putri Fakfak Ditempa Fisik dan Mental Lewat Binlat Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak Resmi Dikukuhkan Apresiasi Warga RT 11 Wagom, Anggota DPRP Salim Alhamid Beri Bantuan Untuk Posyandu

Pemerintahan

Jelang HUT RI ke-80, Paskibraka Fakfak Dapat Pembekalan Anti-Radikalisme

badge-check


					Jelang HUT RI ke-80, Paskibraka Fakfak Dapat Pembekalan Anti-Radikalisme, (Foto: EM/AZT). Perbesar

Jelang HUT RI ke-80, Paskibraka Fakfak Dapat Pembekalan Anti-Radikalisme, (Foto: EM/AZT).

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia serta membentengi generasi muda dari ancaman ideologi menyimpang, Satgaswil Densus 88 AT Papua Barat bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Fakfak menggelar Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme dan Intoleran kepada calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025, Rabu (6/8), bertempat di Stadion 16 November, Jl. Cendrawasih, Fakfak Utara.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda M. Arfan Jaya, S.H., selaku Katim Idencegah Den 88 AT Satgaswil Papua Barat, dan diikuti oleh 79 siswa-siswi Paskibraka se-Kabupaten Fakfak.

Turut hadir perwakilan dari Kesbangpol Kab. Fakfak, Polres Fakfak, dan Tim Pencegahan Paham Radikalisme Fakfak.

Dalam pemaparannya, Ipda Arfan menyampaikan bahwa upaya pencegahan radikalisme menjadi sangat penting terlebih menjelang peringatan hari kemerdekaan, agar semangat nasionalisme dan persatuan tetap terjaga di tengah keberagaman.

“Radikalisme dan intoleransi adalah ancaman nyata terhadap persatuan bangsa. Sekolah dan keluarga harus menjadi benteng pertama dengan membangun budaya toleransi, literasi digital, dan pemahaman kebangsaan yang kuat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan beberapa ciri awal siswa yang mulai terpapar, seperti mengisolasi diri, menolak simbol negara, hingga menyebar konten provokatif. Karena itu, peran guru, orang tua, dan institusi pendidikan sangat penting dalam pencegahan.

Sosialisasi juga memuat strategi konkret seperti integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, penguatan wawasan kebangsaan, literasi digital, hingga kolaborasi dengan instansi terkait seperti pihak keamanan, Kemenag, dan BPIP.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan berlangsung aman serta lancar.

Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Sinergi Perbankan dan TNI: BRI Resmi Teken PKS Kredit Briguna dengan Kodim 1803/Fakfak

24 Februari 2026 - 22:11

Menuju Polri 2026: Putra-Putri Fakfak Ditempa Fisik dan Mental Lewat Binlat

23 Februari 2026 - 06:40

Dilantik Definitif, Muhammad Ilham Nurdin Siap Tancap Gas Kembangkan Pariwisata dan UMKM Kreatif Fakfak

20 Februari 2026 - 14:51

Langkah Digital Fakfak: Retribusi Pala Pertama di Papua Gunakan Sistem VA Bank Papua

19 Februari 2026 - 12:55

Polres Fakfak Gandeng Lintas Agama, Pengamanan Tarawih Perdana Berjalan Aman dan Khidmat

18 Februari 2026 - 21:42

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY