EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dalam upaya mengembangkan produk turunan dari komoditas unggulan Pala Tomandin Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) akan menggelar Workshop Kreatif Pembuatan Kue Sifon Pala Fakfak sebagai produk oleh-oleh khas daerah.
Workshop ini rencananya menghadirkan Nining Inovasia, pastry chef dan praktisi kuliner UMKM asal Jakarta, sebagai instruktur utama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inovasi daerah untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat Fakfak berbasis hasil perkebunan pala.
Dengan mengusung tema “Manisnya Pala Fakfak, Kue Sifon Pala sebagai Wajah Baru Kuliner Daerah,” kegiatan ini akan melibatkan peserta dari berbagai unsur, seperti PKK Fakfak, GOW Fakfak, Dharma Wanita Kabupaten, koperasi binaan Dinas Perkebunan, kelompok UMKM Kakusang Kokas, KUPS Kehutanan, hingga kelompok Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Workshop tersebut dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak yang diwakili Staf Ahli Bupati, Rosani Salim, SE, MM, yang nantinya akan menyampaikan sambutan Bupati Fakfak.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal atau pilot project untuk menciptakan nilai tambah dari hasil perkebunan pala Fakfak.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menghadirkan ikon baru kuliner Fakfak yang bernilai ekonomi dan menggugah minat pasar. Kue Sifon Pala bukan sekadar produk olahan, tapi simbol kreativitas masyarakat Fakfak,” ungkapnya.
Widhi juga menyampaikan apresiasi kepada GGGI atas inisiatif menghadirkan pelatihan ini di Fakfak, sekaligus mendatangkan tenaga ahli pastry dari Jakarta.
Sementara itu, Nining Inovasia selaku instruktur mengaku antusias dapat berbagi ilmu bersama masyarakat Fakfak. Ia optimis, hasil dari workshop ini dapat melahirkan produk khas yang mampu memperkenalkan Pala Fakfak ke pasar yang lebih luas.
“Suatu saat, Kue Sifon Pala ini bisa menjadi oleh-oleh khas yang membuat nama Fakfak semakin harum di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Fakfak tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil pala terbaik, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengolah potensi lokal menjadi kebanggaan baru di dunia kuliner.
Sumber : Humas Disbun Fakfak







