Menu

Mode Gelap
Basarnas Fakfak Latih Relawan Rumah Zakat Teknik Evakuasi Darurat dan Non Darurat Rehabilitasi Lahan Bandara Siboru, Kodim 1803/Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Seleksi JPT Pratama Fakfak Masuki Tahap Akhir, 13 Jabatan Kantongi Tiga Nama Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak Antisipasi Bencana Kontinjensi, Yon Komposit PRCPB Gelar Apel Gabungan di Fakfak BMKG Tegaskan Komitmen Keselamatan Transportasi di Penutupan Posko Nataru 2025–2026

Pemerintahan

Gandeng Buyer Internasional, Fakfak Mantapkan Program Pala Unggul

badge-check


					Gandeng Buyer Internasional, Fakfak Mantapkan Program Pala Unggul Perbesar

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pala Tomandin menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Fakfak yang dikenal memiliki cita rasa, aroma, serta kualitas khas. Keunikan ini menjadikan Pala Tomandin semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.

Namun, menghadapi persaingan global yang semakin ketat, peningkatan mutu dan kualitas pala dinilai sangat penting. Hal ini disampaikan Staf Khusus Bupati Fakfak, Charles Kambu, S.Sos., M.Si, saat membuka Sosialisasi Mutu dan Kualitas Pala Tomandin Fakfak di Ruang Rapat Tomandin Dinas Perkebunan Fakfak, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini diikuti 20 peserta dari pelaku usaha grosir perdagangan antar pulau dan pengepul pala.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Zhang Jie, Direktur PT Semesta Trading Internasional asal Tiongkok, dan Sofi Ekawati, Direktris PT Global Spcies Papua.

Zhang Jie yang fasih berbahasa Indonesia menyampaikan bahwa saat ini negaranya sangat membutuhkan Pala Tomandin asal Papua karena memiliki kekhasan yang unggul untuk industri pengolahan rempah. Ia datang langsung ke Fakfak untuk melihat sumber produksi dan proses pengolahan mulai dari budidaya hingga pascapanen.

“Saya ingin memastikan pelaku usaha di Fakfak benar-benar menjaga kualitas pala. Harga pala dunia sangat bergantung pada mutu,” ujarnya.

Di Provinsi Guanzi, Tiongkok, harga pala kulit mencapai 20–27 CNY atau setara Rp48.800–Rp63.000 per kilogram, tergantung kualitas. Namun Zhang menilai kualitas pala Fakfak yang masuk ke China masih di bawah standar karena banyak produk yang masih muda serta pengeringan dan pemisahan yang belum tepat.

Ia menegaskan kehadirannya bukan sebagai pembeli, tetapi untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan pala yang berkelanjutan dan modern agar dapat bersaing di pasar internasional.

Direktur PT Global Spcies Papua, Sofi Ekawati, menekankan pentingnya menunggu waktu panen yang tepat. Menurutnya, buah pala yang benar-benar matang akan menghasilkan mutu terbaik dan bernilai tinggi.

Saat ini Global Spcies Papua membeli pala sistem kilogram dengan harga Rp45.000/kg, atau setara Rp780.000 per 1.000 biji untuk pala tua kondisi mentah. Harga tersebut diberikan untuk memenuhi standar pasar global yang semakin ketat terhadap mutu dan kualitas.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui Program Strategis Pala Unggul Fakfak.

Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga peningkatan mutu dan kualitas pala agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Sosialisasi menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi pelaku usaha terkait standar mutu, penanganan pascapanen, hingga sistem perdagangan yang berdaya saing.

“Harapannya, para pelaku usaha grosir dan pengepul dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas produk. Setiap butir pala yang keluar dari Fakfak harus mencerminkan kualitas terbaik,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi dan edukasi untuk menuju penerapan sertifikasi mutu dan Indikasi Geografis (IG), bagian penting dari arah kebijakan Program Pala Unggul Fakfak.

Widhi mengajak semua pihak untuk menjaga identitas dan keaslian Pala Tomandin sebagai kebanggaan masyarakat Fakfak. “Mari jadikan pala bukan hanya sumber penghidupan, tetapi simbol kearifan lokal dan potensi ekonomi berkelanjutan yang diminati pasar global karena mutu dan kualitasnya,” ujarnya.

Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Basarnas Fakfak Latih Relawan Rumah Zakat Teknik Evakuasi Darurat dan Non Darurat

9 Januari 2026 - 13:43

Rehabilitasi Lahan Bandara Siboru, Kodim 1803/Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

9 Januari 2026 - 13:31

Antisipasi Bencana Kontinjensi, Yon Komposit PRCPB Gelar Apel Gabungan di Fakfak

6 Januari 2026 - 13:13

BMKG Tegaskan Komitmen Keselamatan Transportasi di Penutupan Posko Nataru 2025–2026

6 Januari 2026 - 09:30

Polres Fakfak Rilis Kinerja 2025: Kriminalitas Turun, Penyelesaian Perkara Naik

31 Desember 2025 - 12:16

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error:
https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY