EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak atas dukungan program perluasan kebun pala melalui Program Pala Unggul seluas 200 hektare Tahun 2025.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Mbuten, Simon F. Tuturop, bersama perwakilan orang tua dan anggota kelompok yang berjumlah lebih dari 30 orang. Program tersebut merupakan bagian dari skema peminatan sharing bantuan antara pemerintah pusat dan daerah pada Tahun Anggaran 2025.
Simon menjelaskan, dana perangsang program telah dicairkan ke rekening masing-masing anggota kelompok setelah seluruh tahapan kegiatan rampung dilaksanakan. Usai pencairan, pihaknya secara khusus mendatangi pemerintah daerah untuk menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
“Bantuan ini telah kami manfaatkan untuk penanaman pala pada lahan kebun yang sebelumnya kosong dan kurang produktif. Ini menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan penghidupan anak cucu kami di Kampung Adora,” ujar Simon.
Ia menegaskan, Kelompok Mbuten berkomitmen menjaga dan mengembangkan kebun pala secara berkelanjutan. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan penanaman di lapangan, tetapi juga dengan membangun komunikasi langsung dengan pemerintah daerah sebagai mitra pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Kelompok Mbuten juga berharap dukungan dan pendampingan pemerintah dapat terus berlanjut, mulai dari aspek budidaya, pendampingan teknis, hingga penguatan akses dan pemasaran. Menurut mereka, petani pala perlu diposisikan sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan, pala tidak hanya menjadi sumber penghidupan yang layak, tetapi juga tabungan dan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jadi, ST, MT, menyampaikan apresiasi atas itikad baik dan sikap positif Kelompok Mbuten. Ia mengaku terkesan dengan kedatangan rombongan yang datang khusus untuk menyampaikan rasa terima kasih.
“Terus terang, kedatangan rombongan besar sering kali diasosiasikan dengan keluhan atau protes. Namun kali ini justru menjadi kejutan yang membanggakan karena datang dengan niat baik,” ujar Widhi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila proses penyaluran dana perangsang membutuhkan waktu dan kesabaran.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan ketatnya pengawalan program, mulai dari kesiapan lahan, penanaman bibit, verifikasi titik koordinat tanam, hingga monitoring langsung oleh tim teknis.
“Dana yang diberikan bersifat stimulan di tahap akhir, bukan tujuan utama program. Fokus utama adalah memastikan penanaman berjalan sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Widhi berharap Program Strategis Pala Unggul yang sejalan dengan visi pembangunan daerah Fakfak Membara dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Melalui peningkatan kualitas bibit, perluasan areal tanam, pendampingan berkelanjutan, serta penguatan hilirisasi, komoditas pala diharapkan menjadi aset ekonomi berkelanjutan yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







