EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) resmi menuntaskan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik.
Penutupan kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa waktu tersebut dipusatkan di Balai Kampung Kayu Merah, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Senin (16/3/2026).
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Fakfak, Abdul Razak Ibrahim Rengen, mengatakan rampungnya Musrenbang di 17 distrik menandai berakhirnya tahapan awal penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
“Seluruh rangkaian Musrenbang di 17 distrik sudah kita tuntaskan. Agenda selanjutnya adalah pelaksanaan Forum OPD yang dijadwalkan pada 26–27 Maret, kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang RKPD pada 31 Maret,” ujar Abdul Razak kepada awak media usai penutupan kegiatan.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah kini mulai memfokuskan diri pada penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 sebagai tahap lanjutan dari proses perencanaan.
Abdul Razak juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat serta kehadiran langsung Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik dalam seluruh rangkaian Musrenbang.
Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah menjadi sinyal positif bahwa aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Ini memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa setiap usulan yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga akan ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum untuk menampung keinginan, melainkan ruang strategis dalam menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan riil di masyarakat.
“Kami akan menyelaraskan seluruh usulan dengan arah kebijakan pembangunan tahun 2027 serta visi kepala daerah. Semua tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tegasnya.
Ia menambahkan, Musrenbang tahun ini juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap program-program strategis yang telah berjalan.
“Ini juga menjadi ajang evaluasi. Program strategis seperti pendidikan dan kesehatan gratis harus terus ditinjau setiap tahun untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka menengah,” tandasnya.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







