Menu

Mode Gelap
Pererat Silaturahmi, Wanita Islam Al-Khairaat Fakfak Adakan Safari Ramadhan 2026 Kabar Baik untuk UMKM Fakfak, BRI Siap Dukung dan Dampingi Pelaku Usaha Ketua DPRK Fakfak Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Wajib Hidupkan Ekonomi Lokal Sinergi Perbankan dan TNI: BRI Resmi Teken PKS Kredit Briguna dengan Kodim 1803/Fakfak Reses Perdana 2026, Saleh Siknun Salurkan Air Bersih Gratis ke Warga dan Rumah Ibadah di Fakfak Menuju Polri 2026: Putra-Putri Fakfak Ditempa Fisik dan Mental Lewat Binlat

Maluku Terkini

Tolak Tambang PT BBA, Mahasiswa Kei Gelar Aksi Cakalele di Depan DPRD Maluku

badge-check


					Tolak Tambang PT BBA, Mahasiswa Kei Gelar Aksi Cakalele di Depan DPRD Maluku, (Foto: EM/Adli Maswain). Perbesar

Tolak Tambang PT BBA, Mahasiswa Kei Gelar Aksi Cakalele di Depan DPRD Maluku, (Foto: EM/Adli Maswain).

EMBARANMEDIA.COM, KOTA AMBON  Ratusan mahasiswa asal Kepulauan Kei yang tergabung dalam Aliansi Soa Maluku atau Solidaritas Anak Maluku menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (16/06/2024).

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap aktivitas penambangan batu kapur oleh PT Batulicin Beton Asphalt (BBA) di Ohoi (Desa) Nerong, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Aksi damai ini dimulai dari Kantor Gubernur Maluku dan berakhir di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku. Massa aksi menyuarakan keprihatinan atas keberadaan perusahaan tambang yang dinilai merusak lingkungan dan tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta tidak memiliki izin dari masyarakat adat setempat.

Jenderal Lapangan aksi, Fadel Notanubun, menegaskan bahwa penambangan batu kapur di wilayah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2024 dan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

“Kami masyarakat adat di Kei Besar menolak keras kegiatan penambangan batu kapur. Aktivitas ini mengganggu keseimbangan alam dan telah menyebabkan banjir di wilayah adat kami,” tegas Fadel dalam orasinya.

Fadel juga mengkritisi sikap Gubernur Maluku yang sebelumnya telah mengunjungi lokasi perusahaan, namun dinilai tidak mengambil langkah tegas.

“Sebagai warga Kei, kami mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat,” lanjutnya.

Dari pantauan wartawan embaramedia.com, setelah beberapa jam menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur Maluku, massa kemudian melanjutkan aksinya ke depan Kantor DPRD Provinsi Maluku.

Dalam momen simbolik, dua orang dari massa aksi tampil di tengah kerumunan dan melakukan tarian Cakalele sebagai bentuk pernyataan budaya dan simbol penegasan sikap kepada pemerintah.

Menutup orasi, massa menyerukan

Pernyataan Tegas:

“Kami tolak perampokan terhadap tanah leluhur. Jangan biarkan para penjilat merusak tanah kami”.

Jurnalis : Adli Maswain
Editor     : Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Bawaslu Maluku Gelar Konsolidasi Demokrasi Non-Tahapan Bersama DPD IMM Maluku

5 Februari 2026 - 20:59

Aksi AMATI di Kejati Maluku: Dugaan Korupsi Jalan Wokam Disorot

22 Januari 2026 - 20:01

Penguatan Ideologi hingga Pangan Lokal, Ini Fokus BAM Pemuda Muhammadiyah Maluku

12 Januari 2026 - 07:27

Perkuat Persatuan di Era Globalisasi, Nono Sampono Sosialisasikan Empat Pilar

17 Desember 2025 - 06:26

IKASSI Ambon Bergerak, Wawali Ely Toisutta Siap Dukung Pelantikan Raja Siri Sori Islam

16 Desember 2025 - 06:23

Trending di Maluku Terkini
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY