EMBARANMEDIA.COM, KOTA AMBON – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi pada Masa Non-Tahapan bersama Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku, sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi pemuda dan mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi di Provinsi Maluku. Kamis 05/02/25
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Dr. Subair, M.Si, Sekretaris Bawaslu Provinsi Maluku Nurbandi Latarissa, S.IP., M.M, serta perwakilan DPD IMM Maluku M. Rizki Rumadan, S.H.
Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Dr. Subair, M.Si menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi pada masa non-tahapan merupakan langkah strategis untuk memastikan demokrasi tetap berjalan secara sehat dan berintegritas. Ia menekankan bahwa pengawasan demokrasi tidak hanya dilakukan pada saat tahapan pemilu, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat secara berkelanjutan.
“Mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki posisi penting sebagai agen kontrol sosial. Melalui konsolidasi ini, kami berharap lahir kesadaran kolektif untuk menjaga demokrasi sejak dini, sebelum memasuki tahapan pemilu,”ujar Dr. Subair.

Sementara itu, Sekretaris Bawaslu Provinsi Maluku Nurbandi Latarissa, S.IP., M.M menyampaikan bahwa masa non-tahapan adalah momentum tepat untuk memperkuat pendidikan politik dan literasi demokrasi. Menurutnya, pencegahan pelanggaran pemilu akan lebih efektif apabila dilakukan melalui edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sinergi antara Bawaslu dan elemen mahasiswa menjadi kunci dalam membangun budaya demokrasi yang jujur, adil, dan berkeadaban,” jelasnya.
Perwakilan DPD IMM Maluku, M. Rizki Rumadan, S.H, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan IMM Maluku dalam agenda konsolidasi demokrasi yang digagas Bawaslu Provinsi Maluku. Ia menegaskan komitmen IMM Maluku untuk terus berperan aktif dalam penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga demokrasi, tidak hanya pada momentum pemilu, tetapi juga dalam kehidupan demokrasi sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan konsolidasi demokrasi ini diisi dengan diskusi dan pertukaran gagasan terkait tantangan demokrasi ke depan, termasuk penguatan partisipasi publik, pencegahan politik uang, serta pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Maluku berharap terbangun kerja sama dan sinergi yang berkelanjutan dengan DPD IMM Maluku dalam rangka menciptakan demokrasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Maluku.
Pewarta: Adly Maswain || Editor: Redaksi Embaranmedia







