Wakil Ketua II DPRK Fakfak Soroti SPPG Tak Serap Hasil Petani Lokal, Kantor Distrik Furwagi Mangkrak
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK — Wakil Ketua II DPRK Fakfak, Abdul Rahman melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Distrik Kayauni, Distrik Teluk Patipi, dan Distrik Furwagi pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti sejumlah persoalan mulai dari belum optimalnya penyerapan bahan pangan lokal oleh program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mangkraknya Kantor Distrik Furwagi.
Kepada wartawan Embaranmedia.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/05/2026), Abdul Rahman mengatakan program SPPG di Distrik Kayauni dan Teluk Patipi memang sudah berjalan. Namun, petani dan nelayan lokal belum merasakan dampak ekonomi karena hasil produksi mereka belum terserap secara maksimal.
Menurutnya, sebagian besar bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut masih dipasok dari luar daerah, padahal potensi pertanian dan perikanan di dua distrik tersebut sangat melimpah.
“SPPG jalan, tapi bahan pangan yang dipakai masih banyak dari luar. Padahal di Kayauni dan Teluk Patipi potensi pertanian dan perikanan melimpah. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah daerah belum membangun sinergi yang kuat antara pengelola SPPG dengan kelompok tani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal. Akibatnya, program nasional tersebut belum mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kampung secara optimal.
Selain itu, pelaku UMKM lokal juga belum mampu masuk dalam rantai pasok SPPG karena terkendala standar produk, pengemasan, hingga akses pasar.
“Kalau SPPG tidak jadi pasar bagi petani dan UMKM, maka program ini hanya muter-muter di kota. Padahal tujuannya untuk menggerakkan ekonomi kampung,” tegasnya.
Kantor Distrik Furwagi Belum Difungsikan
Dalam kunjungan di Distrik Furwagi, Abdul Rahman juga menemukan Kantor Distrik Furwagi belum dapat difungsikan meski bangunannya telah selesai dibangun. Hal itu terjadi karena gedung tersebut belum diserahterimakan oleh pihak ketiga kepada pemerintah daerah.
Akibat kondisi tersebut, pelayanan administrasi kepada masyarakat menjadi terganggu.
“Menurut kepala distrik, gedungnya sudah jadi tapi belum diserahterimakan. Ini harus segera diselesaikan Pemda. Jangan sampai warga bolak-balik tidak jelas urusannya,” katanya.
Ia meminta Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum Setda Fakfak segera menindaklanjuti proses serah terima gedung agar pelayanan publik di Distrik Furwagi kembali berjalan normal.
Warga Keluhkan Jalan Menuju Kampung SUM
Tak hanya itu, masyarakat Kampung SUM di Distrik Teluk Patipi juga menyampaikan keluhan terkait akses jalan yang rusak. Saat ini Kampung SUM difungsikan sebagai terminal tidak resmi bagi taksi Teluk Patipi yang melayani warga dari sejumlah kampung di Distrik Furwagi dan Kampung Patipi Pulau.
Namun, kondisi jalan menuju kampung tersebut dinilai belum layak dan menyulitkan mobilitas masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki ruas jalan tersebut karena menjadi jalur vital aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi masyarakat.
“Ini jalur vital. Setiap hari puluhan warga lewat sini. Kalau jalannya diperbaiki, mobilitas ekonomi dan pendidikan warga akan terbantu,” ujar salah satu kepala kampung dalam pertemuan tersebut.
DPRK Akan Kawal Hingga Ada Tindak Lanjut
Abdul Rahman menegaskan seluruh hasil kunjungan kerja tersebut akan dibahas dalam rapat kerja DPRK Fakfak bersama sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas PUPR, serta Bagian Pemerintahan Setda Fakfak.
Ia menekankan program SPPG tidak boleh hanya menjadi program simbolis tanpa dampak nyata bagi masyarakat lokal.
“Jangan sampai program SPPG hanya jadi proyek simbolis. Pemerintah daerah wajib hadir memastikan petani, nelayan, dan UMKM lokal jadi pemasok utama. Itu amanat Presiden,” tegasnya.
Ia juga meminta Bupati segera memerintahkan OPD untuk menyusun skema kemitraan antara SPPG dengan kelompok tani dan nelayan lokal, sekaligus mempercepat penyelesaian infrastruktur jalan dan kantor distrik.
“Hasil kunker ini bukan untuk didiamkan. Kami akan kawal sampai ada aksi nyata di lapangan,” tutup Abdul Rahman.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

















