Uji Mutu Pala Fakfak Semester I 2026 Tembus 970,54 Ton, Retribusi Daerah Capai Rp353,42 Juta

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Sektor perkebunan pala di Kabupaten Fakfak kembali menunjukkan kinerja positif. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mencatat hasil uji mutu perdagangan pala antar pulau mencapai 970.535 kilogram atau 970,54 ton, sekaligus menghasilkan Penerimaan Retribusi Daerah sebesar Rp353.421.900.

Berdasarkan hasil uji mutu periode Januari–Juni 2026, produksi tersebut terdiri atas 708.289 kilogram pala kulit (72,98 persen), 121.662 kilogram pala ketok (12,54 persen), dan 140.584 kilogram fuli pala (14,49 persen). Selain itu, Dinas Perkebunan juga menerbitkan 11.923 batang Sertifikasi Peredaran Bibit Pala sebagai bagian dari upaya menjamin mutu bibit unggul yang beredar di Kabupaten Fakfak.

Tingginya aktivitas perdagangan pala antar pulau turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga 1 Juli 2026, retribusi daerah yang berhasil dihimpun mencapai Rp353.421.900.

Kontribusi terbesar berasal dari pala kulit sebesar Rp191.107.500 atau 54,07 persen dari total penerimaan. Selanjutnya, fuli pala menyumbang Rp111.876.000 (31,66 persen), pala ketok sebesar Rp38.515.400 (10,90 persen), serta Retribusi Sertifikasi Peredaran Bibit Pala sebesar Rp11.923.000 atau 3,37 persen.

Sementara itu, khusus pada Juni 2026, volume perdagangan pala antar pulau tercatat mencapai 117.560 kilogram, terdiri dari 83.215 kilogram pala kulit, 26.405 kilogram pala ketok, dan 7.940 kilogram fuli pala. Pada periode yang sama diterbitkan 9.923 batang Sertifikasi Peredaran Bibit Pala.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Polres Fakfak Perkuat Sinergi dengan TNI, Pemda, dan Masyarakat

Dari aktivitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak memperoleh penerimaan retribusi sebesar Rp52.069.250, yang berasal dari Rp24.964.500 retribusi pala kulit, Rp9.241.750 pala ketok, Rp7.940.000 fuli pala, serta Rp9.923.000 dari pelayanan sertifikasi peredaran bibit pala.

Dibandingkan Mei 2026, volume perdagangan pala memang mengalami penurunan dari 146.707 kilogram menjadi 117.560 kilogram, atau berkurang sekitar 29.147 kilogram (19,87 persen). Penerimaan retribusi juga turun dari Rp60.226.950 menjadi Rp52.069.250, atau berkurang Rp8.157.700 (13,55 persen).

Meski demikian, penurunan tersebut dinilai sebagai kondisi yang wajar karena mengikuti pola musim panen masyarakat dan tidak mencerminkan penurunan kualitas komoditas maupun melemahnya permintaan pasar. Secara kumulatif, capaian Semester I 2026 menunjukkan perdagangan pala Fakfak tetap tumbuh positif dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

Berdasarkan analisis produksi, pala kulit masih menjadi komoditas utama perdagangan antar pulau dengan kontribusi hampir 73 persen dari total volume produksi sekaligus menyumbang lebih dari separuh penerimaan retribusi daerah.

Di sisi lain, fuli pala meski hanya berkontribusi 14,49 persen terhadap volume produksi, mampu menyumbang 31,66 persen dari total penerimaan retribusi. Hal ini menunjukkan bahwa fuli pala memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga perlu terus didorong melalui peningkatan kualitas pascapanen dan pengembangan hilirisasi.

Baca Juga :  Tim Panitia A Kantor Pertanahan Fakfak Laksanakan Pemeriksaan Tanah untuk Perkuat Kepastian Hukum

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST., MT., mengatakan capaian produksi sebesar 970,54 ton dan penerimaan retribusi sebesar Rp353,42 juta hingga 1 Juli 2026 menjadi indikator semakin baiknya tata kelola perdagangan pala di Kabupaten Fakfak.

Menurutnya, seluruh komoditas yang diperdagangkan telah melalui proses uji mutu sehingga kualitas Pala Tomandin Fakfak tetap terjaga sebelum dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Capaian ini tidak hanya menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan, tetapi juga meningkatnya kesadaran petani dan pelaku usaha dalam menjaga mutu hasil panen sesuai standar yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi modal penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan daya saing Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Widhi juga mengajak seluruh petani, pengumpul, dan pedagang untuk terus menjaga kualitas pala menjelang musim Pala Barat, yang diperkirakan akan meningkatkan volume produksi dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami mengimbau seluruh petani agar menjaga kualitas Pala Tomandin Fakfak mulai dari kebun hingga pemasaran. Panenlah buah yang benar-benar matang di pohon, lakukan pemisahan biji dan fuli dengan benar, gunakan para-para atau rumah pengering agar proses pengeringan lebih higienis, hindari menjemur pala di badan jalan, serta pastikan kadar air memenuhi standar sebelum diperdagangkan. Mutu yang baik akan menjaga harga tetap tinggi, meningkatkan kepercayaan pembeli, dan memperkuat posisi Pala Tomandin Fakfak di pasar nasional,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Papua Barat Apresiasi Pengabdian Polri Selama 80 Tahun, Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Ia menambahkan, Dinas Perkebunan akan terus memperkuat pembinaan kepada petani melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin Fakfak, pengembangan rumah pengering modern, peningkatan sertifikasi bibit unggul, penguatan hilirisasi produk pala, digitalisasi pelayanan retribusi, serta perluasan kemitraan perdagangan antar pulau.

“Kami optimistis memasuki musim Pala Barat produksi pala akan kembali meningkat. Apabila kualitas terus dijaga oleh seluruh pelaku usaha, maka volume perdagangan akan bertambah, nilai jual pala tetap tinggi, penerimaan retribusi daerah akan terus meningkat, dan pada akhirnya sektor perkebunan pala akan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap Pendapatan Asli Daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Fakfak sesuai semangat Pala Unggul, Fakfak Membara,” pungkasnya.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: