Abdul Razak Urbon Tegaskan Dukungan untuk bp Tangguh, Asalkan Transparan dan Adil bagi Masyarakat
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Perwakilan masyarakat adat, Abdul Razak Urbon meminta adanya kejelasan dan keterbukaan dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait pelaksanaan pengembangan proyek bp Tangguh di wilayah Papua Barat, khususnya menyangkut kompensasi warga, pelibatan petuanan, dan prioritas tenaga kerja lokal.
Hal tersebut disampaikan Abdul Razak dalam forum Sosialisasi bp Tangguh yang membahas pengembangan proyek, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), rekrutmen tenaga kerja, hingga penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang selama ini ikut mendampingi masyarakat dalam proses sosialisasi dan komunikasi dengan pihak perusahaan.
Meski demikian, Abdul Razak menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kompensasi bagi masyarakat di kampung-kampung terdampak.
Ia menyoroti komitmen program yang sebelumnya telah dibicarakan, namun hingga kini belum sepenuhnya terealisasi, sehingga memunculkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian agar tidak terus dibayangi isu-isu yang berkembang di lapangan. Ia menekankan bahwa komitmen yang telah disampaikan harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, sehingga warga benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran investasi di wilayah mereka.
Selain itu, Abdul Razak mengingatkan bahwa setiap tahapan kegiatan investasi di wilayah adat harus diawali dengan penghormatan terhadap adat istiadat setempat. Menurutnya, prosesi adat dan doa syukuran merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari setiap kegiatan besar yang masuk ke wilayah masyarakat adat, sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah, leluhur, dan pemilik hak ulayat.
Ia juga meminta agar seluruh petuanan dan distrik yang berada di kawasan terdampak maupun wilayah penyangga proyek dilibatkan secara adil dan proporsional. Menurut Abdul Razak, pelibatan tersebut penting agar tidak ada wilayah yang merasa diabaikan, terutama daerah-daerah yang selama ini menjadi pintu masuk dan bagian penting dari kawasan proyek.
Persoalan tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian utama. Abdul Razak menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya berbicara soal kompensasi dalam bentuk uang, tetapi juga berharap ada manfaat jangka panjang melalui kesempatan kerja bagi anak-anak asli kampung, pemberdayaan masyarakat, dan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Menutup penyampaiannya, Abdul Razak menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya mendukung investasi di Papua, termasuk pengembangan bp Tangguh, selama seluruh proses dijalankan secara terbuka, menghormati adat, melibatkan masyarakat secara adil, dan memberikan manfaat nyata bagi kampung-kampung terdampak. Ia berharap komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Pewarta : Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia



















