Kesadaran Masyarakat dan Pelayanan Rumah Sakit, Kunci Peningkatan Angka Sembuh

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2020 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah memasuki bulan keempat. Penanganan pandemi penyakit akibat virus SARS-CoV-2 pun masih terus dilakukan untuk memutus rantai penularan. Hingga 1 Juli 2020, tercatat kasus positif sekitar 57.770 dengan angka sembuh mencapai 25.595 atau 44 persen di Indonesia. 

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanganan Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, dua aspek menjadi pijakan penting pada peningkatan angka kesembuhan di Indonesia. 

“Pertama, karena perawatan atau pelayanan rumah sakit lebih baik lagi. Perhatian rumah sakit dalam memberikan perawatan kepada pasien ini menjadi lebih baik disebabkan oleh beban layanan rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Ratio) memiliki rata-rata nasional sekitar 55,6 persen,” ujar Yurianto saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (2/7).

Ini berarti sumber daya yang ada, seperti tenaga kesehatan, dapat memberikan layanan rawatan secara optimal kepada pasien. 

“Kedua adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terkait COVID-19,” kata Yurianto yang juga Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19.

Ia melihat bahwa masyarakat sudah semakin bagus merespon, kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) mereka sudah betul-betul menyadari bahwa mereka harus dilindungi bersama. 

“Sehingga yang jatuh menjadi sakit untuk kelompok yang memiliki penyakit komorbid ini relatif lebih sedikit. Ini lah yang menjadi faktor kenapa angka sembuh ini semakin banyak,” lanjut Yurianto.

Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk segera mengakses layanan rawatan itu menjadi kunci dari kontribusi angka ini. 

Angka kesembuhan hingga 44 persen merupakan capaian secara nasional. Angka tersebut dari akumulasi rata-rata dari keseluruhan provinsi di Indonesia. Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 menambahkan ada lebih dari 13 Provinsi yang angka sembuhnya sudah di atas 70 persen.

“Ada beberapa yang sudah 86 persen, seperti Bangka-Belitung, Lampung, dan D.I.Yogyakarta. Meskipun masih ada provinsi yang angka sembuhnya baru sekitar 12-13 persen,” ucap Yurianto pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (2/7).

Sementara itu, Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Dr.dr. Soroy Lardo menjelaskan, masyarakat harus mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan konsep kewaspadaan tinggi terkait dengan kemungkinan adanya OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun pasien yang terinfeksi kembali.

“Jadi di masyarakat itu harus ditanamkan satu kultur perilaku baru yang disebut dengan social-distancing, physical distancing, penggunaan masker secara kontinyu, dan cuci tangan. Itu adalah suatu kondisi yang akan menentukan kultur baru kita mencegah tertularnya dengan Covid,” jelas dr. Soroy Lardo

Yurianto juga menegaskan bahwa kunci agar tidak tertular virus adalah mengikuti protokol kesehatan serta percaya dengan pelayanan kesehatan yang semakin baik di Indonesia. 

“Kalau tidak mau sakit, jalankan protokol kesehatan itu saja sebenarnya kuncinya dan jangan takut Saudara kita yang sakit, dengan layanan rawatan yang semakin baik sekarang, angka kesembuhannya semakin tinggi,” tutup Yuri.  (EM)

Berita Terkait

Launching DAHSAT, Wakil Bupati Yohana Hindom Ajak Semua Stakholder Komitmen Upaya Atasi Stunting
Perayaan Hari Bumi, Ingatkan Sampah Plastik Daratan Yang Mengancam Kawasan Konservasi
Fakfak Sehat, Tahun Ini Pemkab Fakfak Akan Bangun Puskesmas di Distrik Arguni
Pasca Pemilu 2024, Polres Fakfak Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk KPPS dan PPS
Resmikan Puskemas Tomage, Bupati Fakfak Minta Pustu dan Penggerak Posyandu Segera di Aktifkan
Polres Fakfak Salurkan Ratusan Paket Sembako Kepada Warga
Sambut Hari Juang TNI AD, Korem 182/JO dan Kodim Fakfak Gelar Donor Darah
Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Fakfak Launching Aplikasi SRIRUNTARI
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 21:32 WIB

Launching DAHSAT, Wakil Bupati Yohana Hindom Ajak Semua Stakholder Komitmen Upaya Atasi Stunting

Senin, 22 April 2024 - 06:15 WIB

Perayaan Hari Bumi, Ingatkan Sampah Plastik Daratan Yang Mengancam Kawasan Konservasi

Selasa, 26 Maret 2024 - 21:27 WIB

Fakfak Sehat, Tahun Ini Pemkab Fakfak Akan Bangun Puskesmas di Distrik Arguni

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:09 WIB

Pasca Pemilu 2024, Polres Fakfak Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk KPPS dan PPS

Minggu, 21 Januari 2024 - 17:40 WIB

Resmikan Puskemas Tomage, Bupati Fakfak Minta Pustu dan Penggerak Posyandu Segera di Aktifkan

Rabu, 13 Desember 2023 - 08:16 WIB

Polres Fakfak Salurkan Ratusan Paket Sembako Kepada Warga

Rabu, 13 Desember 2023 - 08:05 WIB

Sambut Hari Juang TNI AD, Korem 182/JO dan Kodim Fakfak Gelar Donor Darah

Jumat, 8 Desember 2023 - 21:42 WIB

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Fakfak Launching Aplikasi SRIRUNTARI

Berita Terbaru

Fakfak Terkini

Babinsa Koramil Karas Bantu Warga Cor Halaman Masjid

Rabu, 12 Jun 2024 - 19:47 WIB

Fakfak Terkini

Koramil Tomage Bahu-membahu Bantu Mengecor Pondasi Rumah Warga

Selasa, 11 Jun 2024 - 18:42 WIB

error: