Upaya Cegah Longsor, Ka BNPB: Menanam Pohon di Kemiringan adalah Kewajiban

- Jurnalis

Senin, 11 Januari 2021 - 01:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Kepala BNPB Doni Monardo berharap kejadian longsor seperti yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tidak terulang. Doni mengungkapkan beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan pada kawasan dengan kemiringan.

Doni mengajak masyarakat untuk menanam pohon di Kawasan dengan kemiringan. Apabila sayuran yang ditanam pada lahan dengan kemiringan, ini memicu kondisi tanah tidak kuat menahan erusi. Curah hujan tinggi akan menyebabkan tanah mudah longsor. Oleh karena itu, Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menekankan untuk menanam pohon di kemiringan. 

“Menanam pohon di kemiringan adalah kewajiban. Karena kalau bukan pohon tetapi sayuran, tanah itu tidak kuat menahan erosi. Curah hujan tinggi akan mudah longsor,” ujar Doni saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Sumedang, pada Minggu (10/1). 

Baca Juga :  Sah, Bank Papua dan Pemkab Fakfak Lakukan PKS Terkait Pengelolaan Kasda dan Pendapatan Daerah

Di samping itu, Doni menyampaikan bahwa kontur atau morfologi tanah di Jawa Barat berupa kemiringan terjal, jadi jangan menebang pohon. Fungsi pohon sangat baik dalam mencegah bencana tanah longsor.

“Apabila pohon ditebang, 2-3 tahun kemudian akar akan busuk. Akibat akar busuk dan curah hujan tinggi, air akan masuk disela-sela akar yang mengakibatkan tanah menjadi labil. Akibat tanah labil dengan kemiringan tertentu sehingga dengan mudah longsor. Pengetahuan tentang ini belum banyak dimiliki oleh masyarakat kita,” kata Doni. 

Saat di lokasi, ia melihat pohon sukun dan aren yang masih berdiri kokoh. Menurutnya, pilihan jenis tanaman yang mempunyai akar kuat, seperti pohon sukun dan pohon aren, akan membantu kekuatan struktur tanah. Doni menyampaikan BNPB akan membantu dalam penyediaan jenis tanaman yang memiliki akar kuat untuk ditanah di kawasan longsor. 

Baca Juga :  Personil Polres Fakfak Lakukan Pengamanan di Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Distrik Fakfak

Terkait dengan potensi bencana hidrometeorologi, Doni menyampaikan bahwa beberapa minggu terakhir ini pemerintah pusat lewat BMKG dan didukung BNPB telah sering sekali mengingatkan seluruh Kawasan untuk memperhatikan dan mencermati informasi-informasi yang dikeluarkan BMKG, terkait cuaca ekstrem. 

Ia meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi secara serius dan saling mengingatkan semua pihak di tingkat daerah, terutama untuk Kawasan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. 

“Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, hampir setiap tahun wilayah Jawa Barat ini terdampak tanah longsor,” tambahnya. 

Pada Jumat lalu (8/1) BNPB telah meminta BPBD di tingkat provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor, khususnya di masa puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021.

Baca Juga :  Puluhan Ibu-ibu TP PKK dan Dharma Wanita Fakfak Ikuti Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)

Sementara itu, berdasarkan analisis BMKG terkait dengan cuaca, sekitar wilayah Kabupaten Sumedang telah terjadi hujan lebat dalam durasi yang cukup singkat. Beberapa wilayah dataran tinggi dengan kemiringan tempat yang cukup signifikan hal ini dapat memicu labilnya tanah dan berdampak longsor. Salah satu wilayah yang menjadi pantauan dalam peringatan dini cuaca ini wilayah Cimanggung. 

Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan pada periode Januari hingga Februari 2021, masyarakat diimbau untuk waspada. Pantauan cuaca dapat dilakukan dengan mengakses aplikasi Info BMKG yang dapat melihat prakiraan curah hujan hingga tingkat kecamatan. 

Sumber : www.bnpb.go.id

Berita Terkait

Respon Positif Sosialisasi IKD, Siti Fatimah Bauw Tamsil Minta TP PKK Distrik, Kelurahan dan Kampung Dapat Teruskan Ke Lingkungannya
Puluhan Ibu-ibu TP PKK dan Dharma Wanita Fakfak Ikuti Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)
Sah, Bank Papua dan Pemkab Fakfak Lakukan PKS Terkait Pengelolaan Kasda dan Pendapatan Daerah
Polres Fakfak Kerahkan 170 Personel Dalam Pengamanan Pleno Penghitungan Suara Tingkat Distrik
Personil Polres Fakfak Lakukan Pengamanan di Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Distrik Fakfak
Bupati Untung Tamsil dan Forkopimda Pantau Secara Langsung di Sejumlah TPS Guna Memastikan Pemilu Berjalan Aman dan Lancar di Fakfak
Wakil Bupati Yohana Hindom Tinjau Sumber Mata Air di Kampung Goras Wujudkan Fakfak Banjir
Jelang 14 Februari, Bupati UT Pimpin Rakor Bersama Forkopimda dan Penyelenggara Pemilu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:12 WIB

Respon Positif Sosialisasi IKD, Siti Fatimah Bauw Tamsil Minta TP PKK Distrik, Kelurahan dan Kampung Dapat Teruskan Ke Lingkungannya

Rabu, 21 Februari 2024 - 17:59 WIB

Puluhan Ibu-ibu TP PKK dan Dharma Wanita Fakfak Ikuti Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)

Selasa, 20 Februari 2024 - 08:14 WIB

Sah, Bank Papua dan Pemkab Fakfak Lakukan PKS Terkait Pengelolaan Kasda dan Pendapatan Daerah

Minggu, 18 Februari 2024 - 09:37 WIB

Polres Fakfak Kerahkan 170 Personel Dalam Pengamanan Pleno Penghitungan Suara Tingkat Distrik

Minggu, 18 Februari 2024 - 09:24 WIB

Personil Polres Fakfak Lakukan Pengamanan di Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Distrik Fakfak

Rabu, 14 Februari 2024 - 16:15 WIB

Bupati Untung Tamsil dan Forkopimda Pantau Secara Langsung di Sejumlah TPS Guna Memastikan Pemilu Berjalan Aman dan Lancar di Fakfak

Selasa, 13 Februari 2024 - 14:38 WIB

Wakil Bupati Yohana Hindom Tinjau Sumber Mata Air di Kampung Goras Wujudkan Fakfak Banjir

Selasa, 13 Februari 2024 - 07:31 WIB

Jelang 14 Februari, Bupati UT Pimpin Rakor Bersama Forkopimda dan Penyelenggara Pemilu

Berita Terbaru

error: