‘Holding’ Ultra Mikro Diharapkan Dorong Pengembangan UMKM

- Jurnalis

Jumat, 26 Februari 2021 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Embaranmedia.com, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menilai rencana pemerintah membentuk induk usaha (holding) ultra mikro akan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengatakan salah satu masalah yang dihadapi para pelaku UMKM hingga saat ini adalah belum terbukanya akses pembiayaan bagi sektor usaha tersebut.

“Jika holding yang melibatkan tiga BUMN, yakni PT Bank BRI (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) itu terealisasi, akan dapat menjadi secercah harapan bagi pengembangan UMKM kita,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (24/2/2021).

Menurut Erma, panggilan akrab Siti Mukaromah, hal itu terlihat dari sekitar 57 juta pegiat dan pelaku UMKM di Indonesia, masih ada sekitar 30 juta UMKM belum dapat mengakses modal kepada sumber pendanaan formal.

“Maka ini akan sangat bagus dan membantu pengembangan UMKM. Apalagi, di saat pandemi seperti sekarang ini, UMKM adalah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Ini adalah sesuatu yang positif, dan karena ini baik maka kami (DPR) siap mendukungnya,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Kendati demikian, Erma mengatakan syarat dari semua itu adalah perencanaan harus bagus, implementasinya juga harus tepat, serta pengawasannya juga harus ketat. “Kami dalam hal ini akan menjalankan fungsi pengawasan agar holding ultra mikro ini tidak terjadi hal-hal yang kontra produktif dan justru malah menjadi masalah dan beban negara,” jelasnya.

Menurut dia, tiga perusahaan yang terlibat holding ultra mikro yakni BRI, PNM, dan Pegadaian harus bersinergi dan membagi peran secara baik. Ia mengatakan proses bisnis, profitabilitas, efisiensi, serta beban dana (cost of fund) harus dipersiapkan dengan matang sebelum integrasi dilakukan.

“Jika akses modal terbuka bagi UMKM, tentu akan dapat mendukung percepatan laju inklusi keuangan dan biaya berkelanjutan bagi pelaku UMKM,” tutup Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VIII itu. (www.dpr.go.id)

Berita Terkait

Eksekutif dan Legistalif Setujui Raperda APBD Fakfak Tahun 2024 Menjadi Perda
Seluruh Fraksi DPRD dan Pemkab Fakfak Setujui KUA-PPAS APBD 2024
Bupati Fakfak Serahkan Dokumen KUA-PPAS APBD 2024 Ke DPRD
Legislatif dan Eksekutif Mulai Bahas Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, Ini Harapan Wakil Bupati Fakfak
Wakil Bupati Fakfak Serahkan RKA Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 Kepada DPRD
Sah, Pemkab dan DPRD Fakfak Setujui Empat Raperda Menjadi Perda
Bupati Fakfak Serahkan Dokumen Tiga Raperda Ke DPRD Untuk Dibahas
Sah, Seluruh Fraksi DPRD Setujui Raperda APBD Fakfak Tahun 2023 Menjadi Perda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Desember 2023 - 07:38 WIB

Eksekutif dan Legistalif Setujui Raperda APBD Fakfak Tahun 2024 Menjadi Perda

Kamis, 30 November 2023 - 21:14 WIB

Seluruh Fraksi DPRD dan Pemkab Fakfak Setujui KUA-PPAS APBD 2024

Jumat, 17 November 2023 - 22:55 WIB

Bupati Fakfak Serahkan Dokumen KUA-PPAS APBD 2024 Ke DPRD

Kamis, 5 Oktober 2023 - 09:28 WIB

Legislatif dan Eksekutif Mulai Bahas Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, Ini Harapan Wakil Bupati Fakfak

Senin, 2 Oktober 2023 - 19:38 WIB

Wakil Bupati Fakfak Serahkan RKA Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 Kepada DPRD

Kamis, 27 Juli 2023 - 22:05 WIB

Sah, Pemkab dan DPRD Fakfak Setujui Empat Raperda Menjadi Perda

Senin, 24 Juli 2023 - 23:10 WIB

Bupati Fakfak Serahkan Dokumen Tiga Raperda Ke DPRD Untuk Dibahas

Kamis, 16 Maret 2023 - 08:33 WIB

Sah, Seluruh Fraksi DPRD Setujui Raperda APBD Fakfak Tahun 2023 Menjadi Perda

Berita Terbaru

Pemerintahan

Ucapan Idul Fitri 1445 Hijriah Bupati dan Wakil Bupati Fakfak

Kamis, 11 Apr 2024 - 18:41 WIB

Konseling & Rohani

Bupati UT Melepas Pawai Takbir Keliling 1 Syawal 1445 Hijriah

Rabu, 10 Apr 2024 - 19:20 WIB

error: