Komunitas Muda Fakfak Peringati Hari Bumi 2021 Dengan Membincang Kawasan Konservasi Di Fakfak

- Jurnalis

Sabtu, 1 Mei 2021 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Embaran Media, Azt)

(Foto: Embaran Media, Azt)

Embaranmedia.com, Fakfak – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2021, Balai Besar KSDA Papua Barat, CI Indonesia, dan UPTD Pengelolaan KKP, bersama dengan komunitas Fakfak Mengajar dan Kitong Bisa Learning Centre (KBLC) yang tergabung dalam Fakfak Youth Conservation Group menggelar sebuah kegiatan bincang santai dengan tema “Membincang Kawasan Konservasi di Fakfak” dan memgumumkan juara lomba konten video sekaligus buka puasa bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, (30 April 2021) sore yang bertempat di Jl. Gewerpe Distrik Fakfak tersebut mengupas tentang Kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Fakfak baik kawasan konservasi yang ada di terestrial maupun kawasan konservasi yang ada di perairan. Melalui momentum Hari Bumi, para komunitas muda di Fakfak didorong untuk mulai melek terhadap informasi serta pengetahuan tentang Kawasan konservasi yang ada di Fakfak. Diharapkan, dengan pengetahuan tersebut akan mendorong munculnya kepedulian serta dukungan dari komunitas muda terhadap keberadaan Kawasan konservasi di Fakfak

Baca Juga :  Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi

Pada wilayah terestrial, Kabupaten Fakfak memiliki Kawasan konservasi berupa Cagar Alam Pegunungan Fakfak yang telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan melalui Keputusan Menteri Nomor 650/Kpts-II/1 999 tanggal 19 Agustus 1999 dengan luas 33.224,19 ha.  Pada wilayah perairan, Kabupaten Fakfak memiliki kawasan konservasi Taman Pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi Van Den Bosch yang disahkan melalui Keputusan Menteri KKP No. 79/Kepmen-KP/2020 tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Teluk Berau dan Teluk Nusalasi Van Den Bosch di Provinsi Papua Barat. Sebagai sebuah kawasan konservasi, tentunya masing-masing kawasan konservasi baik terestrial maupun perairan, keduanya memiliki aturan dan prosedur dalam pengelolaan dan pemanfaatannya. Untuk itulah sosialisasi terus menerus perlu dilakukan seperti pada kegiatan hari ini.

Baca Juga :  DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional

Kepala Resort KSDA Fakfak Bapak Isak Berth Samori menegaskan bahwa dukungan dari masyarakat Fakfak terhadap keberadaan Cagar Alam Pegunungan Fakfak sangat diperlukan karena kawasan konservasi merupakan benteng terakhir dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di Fakfak. “Pemahaman masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya keseimbangan ekosistem melalui menjaga kelestarian Cagar Alam Pegunungan Fakfak, akan memudahkan upaya pelestarian yang selama ini terus dilakukan oleh BBKSDA Papua Barat” tegas Pak Isak.

Bukan hanya di terestrial, keberadaan Kawasan konservasi perairan juga membutuhkan dukungan yang sama dari masyarakat. “‘Kawasan konservasi Taman Pesisir Fakfak hadir dalam upaya untuk memperbaiki keseimbangan ekosistem yang ada di laut sehingga bisa memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat di Fakfak’” Pungkas Bapak Ramli salihi, Kepala Seksi II UPTD Pengelolaan KKP Kaimana-Fakfak.

Baca Juga :  Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi

Hal senadajuga dijelaskan Bapak Nur Ismu Hidayat, Program Manager Conservation International Indonesia Koridor Kaimana-Fakfak bahwa “tujuan dari kegiatan-kegiatan sosialisasi terutama melibatkan para generasi muda Fakfak adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Kawasan konservasi. “Berawal dari tau, maka orang akan peduli dan dari kepedulian itulah orang akan mau terlibat dalam aksi konservasi, untuk itu CI Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan konservasi baik yang ada di terestrial dalam hal ini Cagar Alam Pegunungan Fakfak maupun Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch” Jelas Ismu. (EM/01)

Berita Terkait

DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional
Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi
Akhir Pekan Minggu 7 Januari 2024, Wisata Pulau Tubir Seram Fakfak Ramai Dikunjungi Warga
Resmi Dilaunching, Ini Makna Logo Brand Pariwisata Fakfak
Bupati dan Wakil Bupati Launching Logo Brand Pariwisata Kabupaten Fakfak
Berikan Spot Foto Terbaik Bagi Wisatawan, Pemkab Fakfak Bangun Dua Menara Pandang di Pulau Ugar
Komunitas Kokorog Gelar Wokshop Fotografer Dasar Yang Diikuti 27 Peserta Asal Fakfak
Hadiri Pemasangan Kerakera Diwilayah Magrove Taman Pesisir Teluk Berau, Wabup Yohana Hindom: Semoga Membawa Berkat Bagi Kita Semua
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:45 WIB

DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional

Rabu, 19 Juni 2024 - 18:59 WIB

Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi

Minggu, 7 Januari 2024 - 17:34 WIB

Akhir Pekan Minggu 7 Januari 2024, Wisata Pulau Tubir Seram Fakfak Ramai Dikunjungi Warga

Minggu, 26 November 2023 - 12:40 WIB

Resmi Dilaunching, Ini Makna Logo Brand Pariwisata Fakfak

Minggu, 26 November 2023 - 12:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Launching Logo Brand Pariwisata Kabupaten Fakfak

Berita Terbaru

error: