Program Pala Unggul Fakfak 2026: 10 Asaran Pala Dibangun untuk Pengumpul OAP

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat implementasi Program Strategis Pala Unggul Fakfak dengan membangun 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul yang tersebar di sejumlah kampung sentra produksi pala pada Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pascapanen Pala Tomandin Fakfak, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha lokal Orang Asli Papua (OAP) dalam rantai tata niaga pala di tingkat kampung.

Adapun lokasi pembangunan tersebar di sejumlah kampung penghasil pala, di antaranya Kampung Kiat, Mandoni, Sekar, Kaburbur, Adora, Sum, Sangkiti, Kalamanuk, serta beberapa kampung potensial lainnya yang selama ini menjadi sentra produksi pala rakyat.

Menjawab Persoalan Mutu Pascapanen

Selama ini, salah satu tantangan yang dihadapi petani dan pelaku usaha pala di Fakfak adalah rendahnya kualitas penanganan pascapanen akibat keterbatasan sarana pengasapan dan pengeringan pala di tingkat kampung.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen dijual dalam keadaan belum diolah secara optimal. Kadar air pala masih tinggi, kualitas biji tidak seragam, bahkan tidak sedikit hasil panen yang langsung dibeli oleh pedagang pengumpul liar dengan harga yang kurang menguntungkan petani.

Melalui pembangunan asaran pala tradisional skala pengumpul ini, pemerintah berharap proses pengolahan pala di kampung dapat berjalan lebih baik sehingga menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu, memiliki daya simpan lebih lama, bernilai ekonomi lebih tinggi, serta mendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin Fakfak.

Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi Kampung

Selain meningkatkan kualitas produk, keberadaan asaran pala juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat kampung.

Baca Juga :  Kepala Sekolah TK Pembina Fakfak Apresiasi Lomba Mewarnai HUT ke-6 Embaranmedia, Dorong Kreativitas Anak Sejak Dini

Pala yang telah melalui proses pengasapan dan pengeringan secara baik memiliki kualitas lebih tinggi sehingga harga jualnya juga lebih baik dibandingkan pala yang dipasarkan tanpa proses pascapanen yang memadai.

Program ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam memperkuat posisi pelaku usaha dan pengumpul lokal agar tidak bergantung pada pembeli dari luar kampung, serta mendorong perputaran ekonomi tetap berada di masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, menjelaskan bahwa pembangunan asaran pala tradisional ini secara khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha atau pengumpul pala Orang Asli Fakfak yang selama ini aktif membeli, mengolah, dan mengumpulkan hasil pala masyarakat di kampung masing-masing.

“Pembangunan asaran pala ini kami sasarkan kepada pengumpul atau pembeli pala yang benar-benar Orang Asli Fakfak (OAP), yang selama ini mengolah hasil palanya sendiri, membeli pala keluarganya, serta mengumpulkan pala dari masyarakat di kampung tempat tinggalnya, terutama kampung-kampung yang jauh dari wilayah kota,” ujarnya.

Menurut Widhi, penetapan penerima bantuan dilakukan secara ketat melalui verifikasi dan inspeksi lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Penerima manfaat benar-benar kami lakukan sidak dan verifikasi langsung di lapangan sebelum ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan. Kami ingin memastikan bantuan ini diberikan kepada pelaku usaha yang memang aktif menjalankan usaha pengumpulan dan pengolahan pala di kampung,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga agar komoditas pala tetap diolah di kampung sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pekebun Pala Fakfak Hadiri Forum Kementan di Jakarta, Pengembangan 1.000 Hektare Menguat

“Tujuan utama program ini agar pala yang ada di kampung tetap diolah dengan baik di kampung. Kita tidak ingin seluruh hasil pala langsung jatuh ke tangan pedagang pengepul atau pembeli liar yang menunggu di bawah pohon pala. Dengan adanya asaran ini, masyarakat mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan pengasapan dan pengolahan hasil pala sebelum dipasarkan,” tegasnya.

Widhi juga menjelaskan bahwa pembangunan 10 unit asaran pala tradisional pada tahun ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua yang berkelanjutan.

“Tahun ini kami membangun 10 unit asaran pala tradisional yang peruntukannya khusus bagi pelaku usaha atau pengumpul Orang Asli Fakfak sesuai SOP penetapan penerima bantuan. Bahkan penyedia jasa konstruksinya juga dikerjakan oleh kontraktor Orang Asli Mbaham Matta (OBAMA) sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Fakfak,” tambahnya.

Manfaat Strategis yang Ditargetkan

Melalui pembangunan asaran pala tradisional skala pengumpul ini, pemerintah menargetkan sejumlah manfaat strategis, yaitu:

  1. Meningkatkan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak melalui proses pengasapan dan pengeringan yang lebih baik.
  2. Menekan praktik pembelian pala langsung di kebun oleh pedagang liar dengan harga yang merugikan petani.
  3. Meningkatkan nilai tambah dan harga jual pala di tingkat kampung.
  4. Memperkuat peran pelaku usaha dan pengumpul Orang Asli Fakfak dalam tata niaga pala.
  5. Mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kampung.
  6. Mendukung penerapan SNI serta penguatan citra Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.
  7. Menjaga keberlanjutan Program Strategis Pala Unggul Fakfak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas pala.
Baca Juga :  Kabar Baik! Pertamina Jamin Ketersediaan BBM di Fakfak, Semua Produk Aman Terkendali

Warga Sambut Positif Program Pemerintah

Salah satu penerima manfaat di Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Mama Wati Kramandondo, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan.

Menurutnya, fasilitas pengasapan yang dimiliki selama ini sangat terbatas sehingga belum mampu menampung seluruh hasil pala yang dikumpulkan dari masyarakat kampung.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Dinas Perkebunan. Bantuan ini sangat membantu kami sebagai pengumpul atau pembeli pala di kampung karena asaran yang kami miliki selama ini kecil dan tidak mampu menampung hasil pala yang ada di kampung,” ungkapnya.

Mama Wati berharap keberadaan asaran baru tersebut dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam menjaga mutu pala sebelum dipasarkan ke pedagang besar di kota.

“Dengan bantuan ini tentu menjadi kerinduan kami yang akhirnya terwujud. Kami akan semakin giat berusaha dan menjaga mutu serta kualitas pala melalui proses pengasapan yang baik sebelum dijual kepada pedagang besar atau pengepul di kota. Harapan kami, harga pala juga semakin baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat kampung,” tuturnya.

Pembangunan 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul Tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat kampung. Program tersebut juga sejalan dengan visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) menuju terwujudnya Pala Unggul, Investasi Fakfak, dan Warisan Berharga Masa Depan. (EM/AZT).

Tutup
error: