Pekebun Pala Fakfak Hadiri Forum Kementan di Jakarta, Pengembangan 1.000 Hektare Menguat
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Lima perwakilan pekebun pala asal Kabupaten Fakfak bersama pendamping mengikuti Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium F Kementerian Pertanian RI tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua, termasuk program swasembada pangan, pengembangan cetak sawah, serta hilirisasi komoditas perkebunan unggulan daerah.
Melalui surat resmi Kementerian Pertanian RI, para gubernur, bupati, dan wali kota se-Wilayah Papua diundang bersama perwakilan petani dan pekebun untuk membahas arah pembangunan pertanian yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha pertanian dalam mewujudkan sektor pertanian Papua yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
Dalam forum nasional itu, lima perwakilan kelompok pekebun pala Fakfak turut hadir sebagai peserta. Kehadiran mereka mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian RI melalui pembiayaan perjalanan dan fasilitas kegiatan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan komoditas pala sebagai salah satu produk unggulan Papua Barat.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pala Fakfak.
Menurutnya, keterlibatan langsung para pekebun dalam forum berskala nasional merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan sekaligus memperluas jaringan dan peluang pengembangan usaha.
“Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen penuh menjadikan pala sebagai program strategis daerah melalui branding Pala Unggul Fakfak. Kehadiran para pekebun dalam kegiatan nasional ini diharapkan dapat membuka wawasan, memperkuat jejaring, serta mendorong peningkatan kualitas dan hilirisasi pala Fakfak agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Samaun Dahlan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI atas dukungan program perluasan lahan pala seluas 200 hektare pada tahun 2025 serta rencana pengembangan atau perluasan kebun pala seluas 1.000 hektare yang saat ini sedang berproses pada tahun 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pala Fakfak sebagai komoditas unggulan Papua Barat yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI atas dukungan yang diberikan kepada para petani dan pekebun pala Fakfak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah membantu membiayai kehadiran petani pekebun pala Fakfak di Jakarta. Semoga melalui kegiatan ini mereka memperoleh tambahan ilmu, pengalaman, motivasi, serta perubahan pola pikir untuk terus mengembangkan pala Fakfak yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Menurut Widhi, kesempatan mengikuti forum nasional tersebut sangat penting untuk memperluas wawasan para pekebun dalam menghadapi tantangan pertanian modern, menjaga mutu dan identitas pala Fakfak, serta memperkuat posisi pala sebagai komoditas unggulan daerah.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti kegiatan dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produksi, menjaga keaslian pala Fakfak, dan memperkuat daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mewujudkan pertanian Papua yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. Bagi Kabupaten Fakfak, forum ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan program Pala Unggul Fakfak sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia



















