Bupati Samaun Dahlan Genjot Terobosan Investasi Migas demi Kemajuan Fakfak

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Fakfak diyakini akan menjadi kekuatan besar bagi peningkatan pendapatan daerah dan percepatan pembangunan di Fakfak Papua Barat.

Hal itu disampaikan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat memberikan sambutan dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, di Gedung Winder Tuaere, Rabu (21/05/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyebut sejumlah wilayah migas seperti Gia 1, Gia 2, Gia 3, Berawas, hingga Ubadari memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar dan berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Fakfak.

Baca Juga :  Semangat Harkitnas Menggema di Fakfak, Korem 182/JO Ingatkan Pentingnya SDM Berkualitas

“Kalau di Bintuni cadangan gasnya sekitar 17,8 triliun, maka potensi migas di wilayah Gia dan sekitarnya jauh lebih besar,” ujar Samaun.

Ia menjelaskan, kawasan Gia membentang dari Wartutin hingga Karas. Sementara Gia 2 berada di antara Karas dan wilayah lainnya. Selain itu, masih terdapat potensi migas lain di kawasan rawa maupun lapangan migas Ubadari yang saat ini terus didorong pengembangannya.

Menurutnya, apabila seluruh potensi migas tersebut dapat diproduksi sesuai target, maka Kabupaten Fakfak berpeluang menjadi salah satu daerah dengan APBD terbesar di Papua Barat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Danrem 182/JO Siap Kawal di Fakfak

“Target saya, lima sampai sepuluh tahun ke depan, APBD Fakfak harus bisa mencapai Rp5 triliun,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Fakfak, lanjut Bupati, saat ini terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait guna mempercepat realisasi investasi sektor migas. Sejumlah pertemuan bersama investor dan pengelola lapangan migas Gia juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan proyek strategis tersebut.

Baca Juga :  Kadisbun Fakfak Widhi Asmoro Turun Langsung Verifikasi Potensi Kampung di Furwagi

Bupati menargetkan lapangan migas Ubadari mulai berproduksi pada tahun 2027, sementara lapangan Berawas ditargetkan menyusul pada 2028.

Selain fokus pada sektor migas, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus membuka peluang investasi di sektor lain, termasuk pembangunan pabrik pupuk serta pengembangan infrastruktur pendukung untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini momentum besar bagi Fakfak. Karena itu saya minta dukungan seluruh ASN dan masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” tutupnya.

Pewarta: Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: