(Kenapa) Selamat Hari Pendidikan Nasional

- Jurnalis

Senin, 3 Mei 2021 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Zainal Abidin Bay

Pengamat Sosial politik

Karena majunya suatu bangsa di berbagai peradaban dunia baik dari zaman keemasan Romawi sampai zaman modern harus dimulai dengan kuatnya sistem pendidikan dan bangunan karakter anak zamannya.

Salah satu butir penting dalam Inpres No 9 Tahun 2020 tentang PERCEPATAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN DI PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT adalah Mempercepat pembangunan SDM dan pelayanan dasar dengan pendidikan berpola asrama, pola sekolah unggul dan vokasi, pelayanan sosial dasar ke level kampung.

Mendorong Pendidikan Vokasi Berbasis Keungulan (Daerah)

sudah waktunya lakukan revitalisasi pendidikan vokasi di Tanah Papua untuk mempersiapkan SDM sesuai dengan kebutuhan dunia usaha (ekonomi), industri di berbagai daerah, dan sesuai dengan SDA yang dimiliki di daerahnya. Tanah Papua memiliki potensi SDA yang sangat beragam, maka link and match dilakukan tidak hanya menyangkut lembaga pendidikan dengan dunia industri dan usaha, tetapi juga dengan potensi sumber daya alam agar dapat dikelola dan memiliki nilai tambah secara ekonomi. SDA Papua melimpah; baik pertanian, mineral, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Industri di bidang tersebut sangat berpeluang untuk dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Semoga tujuan dari Pendidikan agar anak didik dapat memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi seorang manusia yang kritis dalam berpikir tercapai.

Itu makna Hari Pendidikan khususnya di Tanah Papua. Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya. (**)

Berita Terkait

Opini WTP vs Pencitraan Kepala Daerah
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit
Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos
Tinta Demokrasi di Tahun 2024
Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 Tahun
Kasus HIV Meningkat, Buah Penerapan System Sekuler
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, Umumkan Pengakuan Atas Kemerdekaan Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 20:59 WIB

Opini WTP vs Pencitraan Kepala Daerah

Senin, 1 April 2024 - 12:03 WIB

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Selasa, 13 Februari 2024 - 22:05 WIB

Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:10 WIB

Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos

Selasa, 2 Januari 2024 - 08:39 WIB

Tinta Demokrasi di Tahun 2024

Berita Terbaru

error: