Menu

Mode Gelap
Kasus Dugaan Pemerkosaan di Fakfak Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Amankan Tersangka Arahan Presiden Prabowo Ditindaklanjuti, Kodim 1803/Fakfak Gelar Aksi Bersih Lingkungan Petani Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul Fakfak, Kebun Pala Jadi Investasi Masa Depan HUT ke-18 Tahun, Gerindra Fakfak Gelar Aksi Sosial dan Liga Sahur Sambut Ramadhan 2026 Membaca Peluang Untung Tamsil Menuju DPR RI pada Pemilu 2029 Momentum HUT ke-18 Partai Gerindra, Yohana Hindom dan Jufri Uswanas Resmi Bergabung

Kesehatan

Tren Kasus COVID-19 Menurun, Menkes: Tetap Harus Hati-Hati dan Waspada

badge-check


					Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers mengenai PPKM, Senin (30/08/2021), secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Perbesar

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers mengenai PPKM, Senin (30/08/2021), secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Embaranmedia.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan semua pihak untuk tetap berhati-hati dan waspada meskipun sejumlah indikator penanganan COVID-19, seperti kasus konfirmasi dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, telah menunjukkan perbaikan.

Hal tersebut sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (30/08/2021)

“Di Ratas tadi Bapak Presiden memberikan pesan agar kita mensyukuri turunnya semua kasus konfirmasi dan juga BOR [bed occupancy rate] rumah sakit. Beliau juga memastikan agar dipesankan kita semua harus hati-hati, tetap eling lan waspada,” ungkap Menkes dalam keterangan pers mengenai perkembangan PPKM terkini, Senin (30/08/2021) malam, secara virtual.

Kewaspadaan tersebut, imbuh Menkes, juga ditekankan Presiden karena melihat peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di negara lain. Selain itu, Indonesia juga harus belajar dari data dan pengalaman sebelumnya. Budi memaparkan, lonjakan kasus yang terjadi pada awal Januari dan Juli tahun ini semuanya disebabkan karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat.

“Peningkatan mobilitas yang luar biasa, yang selalu diikuti seminggu atau dua minggu sesudahnya dengan kenaikan jumlah kasus yang nanti akan sampai di puncaknya dalam 4-8 minggu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Menkes mengingatkan agar pelonggaran kegiatan masyarakat dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Kita harus eling lan waspada, begitu [kasus] sudah turun jangan grusah-grusuh, kemudian mengendorkan semuanya, sehingga akibatnya naik lagi mobilitasnya dan kita alami lagi kenaikan, lonjakan gelombang berikutnya,” tegasnya.

Seperti diungkapkan Menkes, Presiden Joko Widodo juga meminta jajarannya untuk menyusun strategi untuk menghadapi pandemi dalam jangka panjang, terutama terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Beliau juga menekankan bahwa harus ada strategi transisi yang jelas dari pandemi dan endemi terutama dengan sosialisasi prokes. Dan juga vaksinasi harus dipercepat dan kalau bisa bisa mencapai angka 100 juta [dosis] di dalam akhir bulan ini,” tandasnya.

Peningkatan Genome Sequencing untuk Deteksi Varian Baru Lebih lanjut Budi menyampaikan, kehadiran varian Delta di sejumlah negara di dunia telah menyebabkan kenaikan kasus yang cukup tinggi, baik dari kasus konfirmasi maupun perawatan dan kematian. Ini terjadi bahkan di negara-negara dengan cakupan vaksinasi lengkap yang sudah cukup tinggi.

“Hampir semua negara yang kenaikannya tinggi termasuk di Indonesia itu disebabkan karena adanya mutasi baru varian Delta yang sekarang sudah hampir tersebar di seluruh dunia. Ini yang sulit ditebak. Karena semakin lama dunia menunda vaksinasi, pasti di satu daerah terjadi penularan dan varian baru itu timbul karena adanya penularan,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Budi, terdapat beberapa varian baru yang juga tengah diselidiki, seperti varian Lamda yang ada di Amerika Selatan. Untuk mengantisipasi varian baru tersebut, Menkes menegaskan bahwa pihaknya juga terus meningkatkan kapasitas dari tes genome sequencing.

“Tes genome sequensing untuk mengetahui varian baru ini di tahun 2020 kita lakukan sembilan bulan [sebanyak] 140 tes, yang sekarang dalam waktu delapan bulan kita sudah melakukan 5.788 tes atau sekuens,” tuturnya.

Menkes menambahkan, pihaknya memiliki kapasitas pengetesan sejumlah 1.700-1.800 per bulan yang akan dimaksimalkan untuk bisa melakukan monitoring seperti apa penyebaran varian baru tersebut dan bagaimana cara mengantisipasinya.

“Memang sulitnya varian baru ini di luar kemampuan kita untuk mencegah agar tidak terjadi, yang penting kita bagaimana kita bisa bereaksi kalau ini ada,” pungkasnya. (**)

Baca Lainnya

Kepala Puskesmas Fakfak Tengah Tegaskan Posyandu Lama Dihapus, Kini Berlaku Posyandu Integrasi Layanan Prime

5 Februari 2026 - 15:39

Puskesmas Fakfak Tengah Dorong Warga Miliki BPJS Kesehatan

5 Februari 2026 - 15:15

HUT Pertamina ke-68: Donor Darah di Fakfak Wujud Nyata Kepedulian Sosial

8 Desember 2025 - 12:46

MUI Fakfak Imbau Warga Jauhi Pergaulan Bebas Cegah HIV

1 Desember 2025 - 14:18

Cahaya Anak Kota Pala Apresiasi Peresmian Poli Psikologi: Bukti Kepedulian Pemerintah

14 November 2025 - 15:51

Trending di Kesehatan
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY