Bupati Dan Wakil Bupati Fakfak Merasa Tertipu Soal Hasil CPNS Formasi Tambahan 2018

- Jurnalis

Kamis, 10 Februari 2022 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Fakfak, Untung Tamsil dan Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom saat diwawancarai oleh Awak Media di Depan Gedung Winder Tuaere, (Foto: EM/AZT)

Bupati Fakfak, Untung Tamsil dan Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom saat diwawancarai oleh Awak Media di Depan Gedung Winder Tuaere, (Foto: EM/AZT)

Embaranmedia.com, Fakfak – Persoalan Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tambahan 2018 waktu lalu membuat Bupati Fakfak, Untung Tamsil dan Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom merasa tertipu soal hasil CPNS Formasi Tambahan Tahun 2018 kemarin, dikarenakan penambahan yang seharusnya 104 orang tetapi terjadi penambahan sebanyak 109 orang dengan tidak ada koordinasi bersama Bupati dan Wakil Bupati Fakfak.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Fakfak, Untung Tamsil kepada awak media yang didampingi Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom di Winder Tuaere, usai Pelantikan 2 Pejabat Administrator dan Penyerahan Pelaksana Tugas Harian Sekertaris Daerah Kabupaten Fakfak, Kamis (10/02/2022) Sore.

Baca Juga :  Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama, Kapolres Fakfak Beri Pesan Ini

Menurutnya, hasil pengumuman CPNS kemarin dari 104 jadinya 109 orang, saya dan Ibu Yohana tidak dilaporkan dan tidak ada sama sekali Koordinasi kepada kami berdua terkait 109 Orang tersebut.

“Maka dari itu saya menonaktifkan Kepala BKPSDM, karena tidak melaporkan kepada kami berdua sebagai Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, saya tanda tangan itu karena sudah ada paraf Sekda, maka dari itu saya dan Ibu Yohana Hindom merasa sangat ditipu,”Ungkap Bupati Untung Tamsil.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak, Wakil Bupati Yohana Hindom: Ada Sejumlah Ornamen Yang Belum Terselesaikan

Lanjutnya, Ini seharusnya tidak boleh terjadi dan harusnya melaporkan kepada kami berdua siapa yang kemudian ditambahkan dari 104 orang.

“Karena dari 104 terdapat 1 orang meninggal, 2 orang tembus polisi dan seharusnya tinggal 101 orang, ternyata saya tanda tangan lebih dari itu, seharusnya ini ada koordinasi bersama saya atau Ibu Yohana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Fakfak,”Tegas Bupati Fakfak.

Baca Juga :  Tegas Sulaiman Uswanas, ASN Pemkab Fakfak Tak Boleh Terlibat Berpolitik Praktis

“ketegasan kami melakukan ini supaya tidak boleh terjadi Kedepan, seharusnya kalau itu memenuhi aturan dilaporkan, kami pasti menyetujui dan harus ada koordinasi bersama kami berdua sebagai Bupati dan Wakil Bupati,”Pungkasnya. (EM/AZT)

Berita Terkait

Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama, Kapolres Fakfak Beri Pesan Ini
Ucapkan Selamat Idul Adha 1445 H, Bupati Fakfak: Semoga Membawa Kedamaian dan Bangun Tali Silahturahmi
Gertak Fakfak, Dinas Perkebunan Kembali Tanam Pala di Sepanjang Koridor Werabuan – Bandara Siboru
Tegas Sulaiman Uswanas, ASN Pemkab Fakfak Tak Boleh Terlibat Berpolitik Praktis
Sah, Bupati UT Lantik Sulaiman Uswanas Jadi Sekda Fakfak, Ini Pesannya
Tiba di Fakfak Papua Barat, Jhon Ilef Malamassam: Tetap Berpegang Teguh pada Penegakan Hukum
Tinjau Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak, Wakil Bupati Yohana Hindom: Ada Sejumlah Ornamen Yang Belum Terselesaikan
Kerjasama Pemkab Fakfak dan IPB, Berhasil Wisudahkan 48 Siswa Asal Fakfak di Sekolah Pemberdayaan Rakyat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 22:04 WIB

Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama, Kapolres Fakfak Beri Pesan Ini

Senin, 17 Juni 2024 - 09:06 WIB

Ucapkan Selamat Idul Adha 1445 H, Bupati Fakfak: Semoga Membawa Kedamaian dan Bangun Tali Silahturahmi

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:28 WIB

Gertak Fakfak, Dinas Perkebunan Kembali Tanam Pala di Sepanjang Koridor Werabuan – Bandara Siboru

Jumat, 14 Juni 2024 - 09:32 WIB

Tegas Sulaiman Uswanas, ASN Pemkab Fakfak Tak Boleh Terlibat Berpolitik Praktis

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:58 WIB

Sah, Bupati UT Lantik Sulaiman Uswanas Jadi Sekda Fakfak, Ini Pesannya

Berita Terbaru

error: