Memenangkan Pemilu 2024 Tanpa Mahar Politik adalah Komitmen NasDem

- Jurnalis

Senin, 23 Januari 2023 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Habib Mohsen Hasan Alhinduan

Anggota Dewan Pakar Pusat Partai NasDem

PARTAI NasDem memiliki tekad kuat untuk mendukung politik tanpa mahar menuju kemenangan Pemilu 2024. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, berpesan agar kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem di seluruh provinsi dapat membaca prediksi dan menyusun strategi dalam memenangkan Pemilu 2024 yang akan datang.

Selain itu, Surya Paloh memberikan target kepada setiap Ketua DPW Partai NasDem, mampu memenangkan calon legislatif terutama DPR RI dalam Pemilu 2024. Sementara itu, Partai NasDem memilih Anies Baswedan sebagai capresnya, karena memiliki visi misi yang sejalan.

Menuju Pemilu 2024, tentunya banyak calon legislatif yang mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Berbagai strategi kampanye sudah dirumuskan supaya bisa menarik banyak masyarakat dan mendapatkan suara terbanyak.

Jika anda ingin memaksimalkan strategi anda dalam Pemilu 2024, pastikan anda memiliki partner digital yang mumpuni. Dalam hal ini, anda bisa mengupload rutin kegiatan berbaur dengan masyarakat serta sikap lainnya yang mampu menarik simpati masyarakat untuk memilih Anda.

Namun, jangan sampai melakukan hal ini hanya untuk pencitraan semata. Maksudnya, anda hanya melakukan semua hal-hal baik atau berbaur dengan masyarakat saat menjadi caleg saja.

Ketika sudah menjadi anggota legislatif, anda malah lepas tanggungjawab dan tidak pernah barbaur atau bertegur sapa dengan masyarakat lagi. Jika hal itu terjadi, simpati masyarakat pun perlahan akan menghilang dan menghadirkan kritik untuk anda.

Jadi, pastikan untuk tetap ramah, tetap membantu masyarakat dan memaksimalkan diri menjadi wakil masyarakat nantinya.

Jangan sampai melakukan praktek politik uang yang tidak akan berdampak baik atau hanya membuat Anda mengalami kerugian saja.

Politik tanpa mahar yang digaungkan Partai NasDem adalah sumbangsih pendidikan politik dari Partai NasDem untuk negeri kita Indonesia.

Namun hal itu, banyak orang belum tahu terhadap slogan politik tanpa mahar terhitung per Desember 2022 sekitar 85,6 %, dan yang tahu hanya 14,6 %, dari 14,6 % yang suka 77,1 % yang tahu slogan dan percaya sebesar 48,3 % dan hal tersebut hasil survei indikator untuk daerah Provinsi Jawa Barat.

Surya Paloh menanggapinya politik tanpa mahar sering dianggap kebohongan dan nihilisme. Sementara ada partai yang berupaya secara ikhlas, jujur, tulus untuk menjalankan politik tanpa mahar itu sebagai suatu sumbangsih pendidikan politik.

Surya menuturkan butuh kesabaran dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai tersebut. “Kita sudah terjebak dengan slogan kosong dan pendekatan kulit luar yang serba artificial,” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan sepanjang partai politik berorientasi pada kemenangan semata, berbagai cara akan dilakukan tanpa mengindahkan nilai-nilai sportivitas dalam mencapai tujuan tersebut.

Dia pun menggarisbawahi jika Indonesia telah masuk kompetisi bebas. “Tidak ada tempat lagi untuk mendapatkan problem solving melalui musyawarah mufakat,” ujarnya.

Menurut Surya Paloh, kini semua seolah terjebak pada pragmatisme yang bersyarat materialistik.

Menurut pengamat UI Donny Gahral Adian, politik tanpa mahar yang dilakukan Partai NasDem bagi para kader yang ingin maju dalam kontestasi pemilu menjadi salah satu langkah positif.

“Itu salah satu langkah yang harus ditiru juga. Hanya persoalannya, meski tanpa mahar, kemudian ketika menjabat jangan sampai tergoda oleh korupsi, tergoda melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Itu persoalannya,” kata Donny di Jakarta

Menurut dia, permasalahan korupsi tidak akan bisa tuntas selama pembiayaan politik masih cukup tinggi. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan NasDem patut dicontoh.

Partai yang memberlakukan politik tanpa mahar itu justru memberikan beban tersendiri bagi para caleg karena tidak ada alasan bagi para caleg ketika terpilih untuk “bermain-main” mencari peluang guna mengembalikan modal dan utang biaya berpolitik.

Rekrutmen harus didasarkan kompetensi, bukan berdasarkan kedekatan dan kekuatan finansial. Bekerja keras tanpa mengenal letih kurangi tidur anda di saat ingin meraih kemenangan agar tidak menyesali kemudian hati di saat anda kalah.

Cita-cita Partai NasDem agar caleg-caleg dari partai itu harus berhasil memperbaiki DPR dengan menyelesaikan undang-undang yang pro terhadap pemberantasan korupsi. Imparsialitas NasDem menjadi hal yang mengemuka belakangan ini.

Semoga sikap Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden RI pada Pemilu 2024 merupakan sikap yang sangat berani dengan berbagai resiko yang dihadapinya.

Keputusan yang diiringi dengan kajian yang matang merupakan proses menuju kesuksesan dengan berdasarkan bersatu berjuang berdoa dan kita menang. (EM/Nasdem.id)

Berita Terkait

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit
Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos
Tinta Demokrasi di Tahun 2024
Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 Tahun
Kasus HIV Meningkat, Buah Penerapan System Sekuler
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, Umumkan Pengakuan Atas Kemerdekaan Indonesia
Atasi Stunting, Tak Cukup dengan Kampanye Gemar Makan Ikan
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 April 2024 - 12:03 WIB

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Selasa, 13 Februari 2024 - 22:05 WIB

Pembangunan Melejit, Ekonomi Makin Sulit

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:10 WIB

Pemilu Serentak, Hajatan Boros Dalam Sistem Keropos

Selasa, 2 Januari 2024 - 08:39 WIB

Tinta Demokrasi di Tahun 2024

Jumat, 11 Agustus 2023 - 19:32 WIB

Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 Tahun

Senin, 31 Juli 2023 - 13:26 WIB

Kasus HIV Meningkat, Buah Penerapan System Sekuler

Senin, 19 Juni 2023 - 19:23 WIB

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, Umumkan Pengakuan Atas Kemerdekaan Indonesia

Selasa, 28 Maret 2023 - 14:14 WIB

Atasi Stunting, Tak Cukup dengan Kampanye Gemar Makan Ikan

Berita Terbaru

error: