Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Pemerintahan

Turun Langsung, Bupati UT Respon Cepat Permintaan Warga Kampung Lusiperi Soal Suplai Air Bersih

badge-check


					Turun Langsung, Bupati UT Respon Cepat Permintaan Warga Kampung Lusiperi Soal Suplai Air Bersih, (Foto: EM/PR). Perbesar

Turun Langsung, Bupati UT Respon Cepat Permintaan Warga Kampung Lusiperi Soal Suplai Air Bersih, (Foto: EM/PR).

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Bupati Fakfak Untung Tamsil langsung merespon cepat permintaan masyarakat RT 01 Kampung Lusiperi Distrik Fakfak Kabupaten Fakfak, Papua Barat terkait suplai air bersih.

Hal ini ditunjukkan Bupati Fakfak Untung Tamsil ketika mendengar permintaan masyarakat RT 01 Kampung Lusiperi terkait Suplai Air Bersih.

Pantauan media ini, Bupati Untung Tamsil didampingi Kepala Bidang Cipta Karya PUPR2KP Fakfak, Mohammad Said dan Kepala PDAM, Usman Namudat turun langsung menghampiri warga setempat, Selasa (10/9/2024) sore.

Dihadapan Bupati Untung Tamsil, Warga RT 01 Kampung Lusiperi menghendaki agar pemasangan pipa jaringan air bersih berada di tengah-tengan warga, yang mudah diakses untuk mendapatkan air bersih.

Mendengar masukan warga setempat, Bupati Untung Tamsil memberikan kesempatan kepada Kepala Bidang Cipta Karya, Mohammad Said untuk menyampaikan langkah cepat penanganan penyaluran air bersih di daerah tersebut.

Menurut Mohammad Said langkah cepat penanganan penyaluran air bersih adalah pemasangan pipa jaringan distribusi masuk ke Lokasi rumah warga, namun harus koordinasi dengan PDAM terkait sambungan rumah (SR).

“Setelah pemasangan pipa jaringan retribusi, bapa, mama dorang urusan dengan PDAM untuk SR,” kata Mohammad Said.

Lebih lanjut, kata Mohammad Said, pipa distribusi sudah ada dan pihaknya akan memanggil konsultan untuk menghitung berapa banyak kebutuhan pemasangan pipa jaringan air bersih.

“Jadi nanti saya panggil konsultan kita hitung, intinya kita pasang pipa distribusi kedalam lingkungan RT 01, namun kendalahnya kalau pasang pipa masuk ke rumah. harus koordinasi dengan PDAM,” ujarnya.

Sementara itu, Direkrut PDAM Fakfak, Usman Namudat mengaku, sumber air sudah dekat. Kalau hitungan sekitar 150 meter sudah bisa mendapat air bersih.

“Pasang pipa distribusi setelah 200 meter kedalam, nanti kita hitung per kk (kepala keluarga), karena dalam satu distribusi 100 meter itu berapa SR yang kita konek supaya masyarakat puas begitu, dikasi waktu pengambilan air bersih 3 jam warga sudah puas, mungkin minggu depan sudah bisa terlaksana,” tandasnya.

Bupati Untung Tamsil menyampaikan permohonan maaf baru mendengar keluhan warga soal penyaluran air bersih, padahal dua tahun terakhir ini beberapa daerah di Kabupaten Fakfak sudah teraliri air bersih.

“Ini merupakan salah satu dari kebijakan strategis Fakfak Tersenyum yaitu Fakfak Banjir. Untuk itu saya pikir sudah jelas apa yang disampaikan Kabid Cipta Karya dan Kepala PDAM, bapak dorang bersabar, besok akan tiba konsultan melakukan survey dan hitung semua volume pipa dan sebagainya didamping Ketua RT maupun Kepala Kampung termasuk warga setempat,”pungkasnya.

Baca Lainnya

Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman

12 Maret 2026 - 16:18

Bansos Sembako dan PKH Mulai Disalurkan di Fakfak, Ribuan Warga Jadi Penerima

10 Maret 2026 - 09:11

Rekrutmen Polri 2026 Disosialisasikan di SMAN 1 Fakfak, Siswa Didorong Persiapkan Diri

5 Maret 2026 - 12:54

Apel Gabungan HUT Damkar dan Satpol PP di Fakfak, Satpol PP Bentuk Unit Reaksi Cepat

5 Maret 2026 - 08:56

Harga Fuly Pala Fakfak Tembus Rp250 Ribu per Kg, Tertinggi di Tingkat Produsen Nasional

3 Maret 2026 - 11:27

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error: