Menu

Mode Gelap
Tak Perlu Lagi Bawa Bekal, Siswa IT As-Salam Fakfak Senang Ada Program MBG MBG Berdampak Positif bagi Kesehatan dan Pendidikan Anak di Fakfak PHBI Fakfak Sukses Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Fakfak, Bupati Samaun Dahlan Serukan Nilai Keimanan Ibadah Shalat Jumat di Masjid Nurul Taqwa Tanjung Sendiri Bahas Makna Isra Mi’raj Saboban Water Sport Hadir di Fakfak, Wisata Bahari Baru dengan Tarif Terjangkau

Opini

Mengapa Ten Hag tidak dipecat lebih awal ?

badge-check


					Mengapa Ten Hag tidak dipecat lebih awal ? Perbesar

Penulis : Bonaventura Winarso

Mahasiswa Program Pascasarjana Komunikasi STIKOM Interstudi

EMBARANMEDIA.COM – Manchester United baru saja memberhentikan pelatih kepala meraka Eric Ten Hag setelah kalah 2-1 atas West Ham United pada pertandingan 27 Oktober 2024 silam, namun jadi banyak pertanyaan dan juga kritik tajam para jurnalis dan fans garis keras Manchester United kenapa tidak lebih awal dipecat ? Karena sejak awal musim, bentuk permainan Man Utd tidaklah sefantastis banyaknya pemain yang dibeli oleh meneer Belanda ini.

Eric Ten Hag bergabung dengan Manchester United pada awal musim 2022-2023 setelah MU lama tidak memlikin pelatih kepala yang dapat memuaskan para fansnya sepeninggal Alex Feguson. Sebenarnya Eric Ten Hag sudah memberikan 2 gelar kecil pada 2 musim sebelumnya yakni Piala Liga dan Piala FA pada dua musim berturut-turut kepemimpinannya.

Akan tetapi perjalanan pada kompetisi liga resmi dan liga eropa tampak sekali terseok-seok dan tidak membuat club besar ini ditakuti oleh rival-rivalnya, yang mana para fans sudah tidak percaya atas kepemimpinan pelatih berkepala pelontos ini.

Kondisi terburuk adalah di awal musim ke-3 ini, fakta yang sangat jelas pembelanjaan pemain di awal musim ke-3 ini cukup fantastis seperti dilansir SkySport sudah 195 juta poundsterling (belum termasuk belanja pemain 2 musim sebelumnnya hampir 420 juta pound), namun prestasi di liga lokal sangatlah buruk apalagi liga eropa.

Banyak yang berpendapat juga termasuk saya beranggapan setelah Man Utd mengangkat Piala FA, pihak board MU harusnya mengganti Ten Hag karena selama musim kompurisi performanya sangat buruk dan kemenangan di Final FA juga tidak terlepas dari sebuah keberuntungan.

Namun seharusnya kekalahan telak kedua dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-3 (sebelumnya dengan skor yang sama dari Liverpool) di kandang sendiri pada akhir Sepetember harus nya sudah menjadi kartu merah bagi pelatih berkebangsaan Belanda ini karena peringkat akhir klasemen untuk sekelas tim berjuluk Setan Merah ini hanya berada di posisi 14, dan juga untuk di kelas liga eropa baru menduduki peringkat 21.

Salah satu fakta yang terungkap dari para pemain adalah Eric tidak mau mendengarkan usulan para pemain seniornya saat strategi permain sedang dibangun untuk kebaikan tim, dan selalu memaksakan strategi usang yang mudah terbaca oleh lawan.

Legenda pemain Man Utd yang kini juga bekerja sebagai komentator untuk media media Eropa, Garry Neville menyebutkan bahwa tidak banyak yang akan terkejut pada hari pemecatan Ten Hag, dan kekalahan melawan West Ham juga sudah terlihat saat melawan Tottenham Hotspur, gaya bermain dan idenstitas permainan yang tidak jelas selam 18 bulan terakhir menjadi hasil buruk yang bisa kita liat semua, dan kesemuanya ini memang layak untuk mengambil keputusan memecat Ten Hag.

Sebagai catatan statistik menurut Opta Analyst menyebutkan dari 5 Manager setelah Ferguson pensiun untuk presentase kekalahan Ten Hag menduduki peringkat kedua setelah David Moyes sebesar 31, 8 % dengan tingkat kebobolan 1,59 xG pergame ini yang paling tinggi diantara semua manager setelah Fegie, walaupun untuk presentasi kemenangannya masih berada di urutan ke-3 setelah Ferguson dan Mou dengan angka 51,8 %. Dengan prestasi yang sama The Special One Jose Mourinho juga mendapatkan 2 Piala FA dan Piala Liga sama seperti Ten Hag.

Setidaknya jika pemecatan ini terjadi pada akhir Sepetember (walaupun klub harus membayar kompensasi hampir sebesar 14 juta pound) seperti dilansir SkySport, kondisi buruk dan pemberitaan tentang klub yang buruk ini tidak berlanjut selama Oktober dan juga persaingan papan atas klasemen tidak seberat awal November ini karena terbukti pertandingan pertama setelah pemecatan tersebut MU menang telak 5-2 atas Leicester di ajak Piala Liga.

Baca Lainnya

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Dana Pendidikan dalam Pusaran Kepentingan Politik

17 Desember 2025 - 10:25

Marriage is Not Scary: Pernikahan Tidak Menakutkan

16 Desember 2025 - 14:24

Infrastruktur yang Menyatukan: Menuju Papua Barat Daya yang Maju dan Sejahtera

13 Desember 2025 - 08:58

Trending di Opini
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY