EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan adat wewowo atau duduk bersama di atas tikar, sebagai ruang evaluasi dan konsolidasi menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di wilayah Fakfak menjelang akhir tahun.
Ketua LMA Fakfak, Valentinus Kabes, mengatakan bahwa momen akhir tahun di Tanah Papua kerap disertai potensi gerakan yang tidak diinginkan. Karena itu, LMA bersama seluruh unsur adat menegaskan pentingnya memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas daerah.
“Papua pada umumnya, ketika mendekati akhir tahun, pasti muncul gerakan-gerakan yang tidak kita inginkan. Namun di Fakfak, kita dibatasi dan dipersatukan oleh semboyan Satu Tungku Tiga Batu. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah dan TNI/Polri,” ujar Valentinus usai pelaksanaan wewowo, Sabtu (29/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan wewowo melibatkan tujuh petuanan, Dewan Adat, serta seluruh komponen masyarakat adat mulai dari Karas Pulau Tiga hingga Tomage Tanah Rata. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa menjaga kedamaian Fakfak adalah tanggung jawab bersama.

“Kami dari 7 petuanan, Dewan Adat, dan LMA berkomitmen bahwa hari ini kami melaksanakan wewowo sebagai bentuk persatuan. Kami sepakat kedamaian Fakfak adalah tanggung jawab kita semua. Kami bekerja sama dengan pemerintah, TNI/Polri untuk menjaga keamanan dan Kamtibmas di Fakfak,” tegas Valentinus.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan wewowo, termasuk LMA tingkat distrik dan kampung yang telah berpartisipasi aktif hingga kegiatan berjalan sukses.

Di akhir pernyataannya, Valentinus menegaskan sikap adat Fakfak terhadap negara:
“NKRI harga mati.”
Penulis: Arya Sanaky || Editor: Redaksi Embaranmedia







