Menu

Mode Gelap
TNI Gelar Bazar Ramadhan Sembako Murah di Fakfak, Bantu Warga Hadapi Idul Fitri 1447 H Momentum Bulan Ramadhan, Danrem 182/JO Pererat Silaturahmi TNI dan Insan Pers di Fakfak Jalanan Ambon Padat dalam Beberapa Hari Terakhir, Pemkot Keluarkan Imbauan untuk Pengendara Dandim 1803/Fakfak dan Persit Turun ke Jalan, Bagi Takjil untuk Warga di Bulan Ramadhan Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang

Opini

Infrastruktur yang Menyatukan: Menuju Papua Barat Daya yang Maju dan Sejahtera

badge-check


					Infrastruktur yang Menyatukan: Menuju Papua Barat Daya yang Maju dan Sejahtera Perbesar

Oleh: Musdalifa Manggawa

LK III HMI BADKO PAPUA BARAT-PAPUA BARAT DAYA

EMBARANMEDIA.COM –  Provinsi Papua Barat Daya terdiri atas lima kabupaten dan satu kota, dengan kondisi infrastruktur yang hingga kini belum merata. Infrastruktur merupakan pondasi utama bagi pengembangan berbagai sektor strategis, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pemerintahan digital. Ketimpangan infrastruktur yang ada berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada sektor kesehatan, keterbatasan infrastruktur jalan menyebabkan banyak wilayah sulit dijangkau. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas dan layanan kesehatan, sehingga tingkat pelayanan kesehatan belum dapat optimal.

Di sektor pendidikan, terutama di wilayah pedalaman seperti Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat, luas wilayah yang sangat besar menjadi tantangan tersendiri. Jarak antara permukiman (rumah warga) dan sekolah sangat jauh, sehingga menjadi hambatan bagi anak-anak untuk bersekolah. Tidak jarang, siswa harus berangkat pagi dan baru kembali sore hari karena keterbatasan infrastruktur jalan dan sarana transportasi.

Sementara itu, pada sektor ekonomi, masyarakat lokal juga menghadapi hambatan dalam memasarkan hasil produksi. Akses menuju pusat-pusat ekonomi dan kota sangat terbatas akibat kondisi jalan yang belum memadai, sehingga memperlambat perputaran ekonomi dan menekan pendapatan masyarakat.

Kondisi infrastruktur jalan provinsi yang belum merata menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh kabupaten melalui akses transportasi darat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang tidak layak dilalui, terutama pada akses menuju kabupaten-kabupaten dengan wilayah pedalaman yang luas seperti Tambrauw dan Maybrat, yang memiliki banyak distrik terpencil.

Sejalan dengan Visi Besar Papua Barat Daya, yaitu “Pemerataan Kesejahteraan”, dengan cita-cita mewujudkan masyarakat Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal sebagai upaya pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan, pembangunan infrastruktur menjadi agenda strategis.

Tujuan utama pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, melainkan sebagai wujud keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengarahkan strategi pembangunan infrastruktur secara lebih fokus, adaptif, dan kreatif melalui lima pendekatan utama, yaitu:

  1. Refocusing prioritas pada pembangunan infrastruktur dasar;

  2. Optimalisasi dana Otonomi Khusus (Otsus) secara merata dan tepat sasaran;

  3. Penguatan perencanaan berbasis data yang akurat dan terintegrasi;

  4. Pendekatan pembangunan alternatif sesuai kondisi geografis wilayah;

  5. Tata kelola kolaboratif antar pemangku kepentingan (stakeholder).

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: