EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menutup kinerja sektor pala pada akhir Desember 2025 dengan capaian signifikan. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pala dinyatakan terpenuhi, seiring dengan peningkatan produksi yang menembus 1.857,85 ton sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan, penerimaan PAD dari komoditas pala yang berjalan selama delapan bulan sejak dilaunching mencapai lebih dari Rp531,5 juta. Angka tersebut melampaui target awal sebesar Rp200 juta yang ditetapkan sebagai dasar perhitungan perdagangan antarpulau berdasarkan potensi sektor perkebunan oleh Badan Pendapatan Daerah.
Sejalan dengan capaian fiskal tersebut, kinerja produksi pala Fakfak juga menunjukkan tren positif. Total produksi pala tahun 2025 tercatat sebesar 1.857,85 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 1.632,70 ton. Dengan demikian, terjadi kenaikan produksi sebesar 225,15 ton atau sekitar 13,79 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari implementasi kebijakan dan intervensi terarah melalui Program Strategis Pala Unggul.
“Sejak dilaunching delapan bulan lalu, penerimaan PAD pala telah mencapai Rp531,5 juta. Produksi pala juga meningkat hingga 1.857,85 ton atau naik 13,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil dari terobosan dan kerja terarah melalui Program Strategis Pala Unggul,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terobosan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembenahan tata kelola sektor pala dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut meliputi penguatan budidaya melalui Program Gerakan Tanam Kebun (Gertak Fakfak), baik dalam bentuk perluasan maupun rehabilitasi kebun, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, peningkatan mutu pascapanen, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pekebun dan pelaku usaha pala.
Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa komoditas unggulan yang dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pekebun sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD daerah.
“Capaian ini juga sejalan dengan visi dan misi Fakfak Membara, yakni mendorong pembangunan daerah berbasis komoditas unggulan, peningkatan nilai tambah, serta penguatan kemandirian ekonomi daerah,” kata Widhi.
PAD pala yang baru dimulai pada tahun 2025 tersebut tercatat meningkat hingga 165,75 persen dibandingkan target awal, sehingga dinilai melampaui ekspektasi secara signifikan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan menargetkan penerimaan PAD pala tahun 2026 berada pada kisaran Rp650 hingga Rp700 juta, atau meningkat sekitar 30 persen. Target progresif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan komoditas pala sebagai unggulan daerah, sejalan dengan visi Fakfak Membara.
Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







