Menu

Mode Gelap
Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat Safari Ramadhan Ortis F. Sagrim: Santuni Anak Yatim dan Santri, Pesan Solidaritas Menggema di Papua Barat Daya Dorong Optimalisasi Layanan, Kanwil BPN Papua Barat Monitoring Program PTSL di Fakfak

Pemerintahan

Hilirisasi Pala Fakfak Dikebut, Disbun–BPP Kolaborasi Perkuat Pekebun

badge-check


					Hilirisasi Pala Fakfak Dikebut, Disbun–BPP Kolaborasi Perkuat Pekebun Perbesar

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Melalui Dinas Perkebunan (Disbun), Pemkab Fakfak menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Fakfak untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pekebun sekaligus mendorong percepatan hilirisasi pala Fakfak.

Kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Strategis Pala Unggul dan Distrik Berdaya, yang dijalankan dengan pendekatan Satu Kampung Satu Komoditas. Fokus utama kerja sama ini adalah memperkuat pendampingan pekebun melalui peningkatan kapasitas teknis, manajerial, hingga kewirausahaan perkebunan.

Melalui peran aktif penyuluh pertanian, pekebun didorong untuk memahami praktik budidaya yang baik (good agricultural practices), pengelolaan pascapanen, standarisasi mutu, hingga pengolahan hasil perkebunan agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, mengatakan bahwa sektor perkebunan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sumber daya pendamping teknis di lapangan. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pendampingan berkelanjutan terhadap peningkatan kapasitas pekebun.

“Untuk mengejar target program strategis daerah, kami membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan penyuluh. Ini sejalan dengan visi Fakfak Membara, membangun bersama rakyat,” ujar Widhi saat audiensi bersama BPP.

Ia menjelaskan, Pemkab Fakfak telah menetapkan empat prioritas utama sektor perkebunan, yakni konsistensi pelaksanaan program dengan visi pembangunan daerah, percepatan hilirisasi pala yang telah masuk skema Danantara, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendorong investasi perkebunan yang terarah dan berkelanjutan.

Menurut Widhi, edukasi berkelanjutan bagi pekebun menjadi fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi, khususnya pada komoditas unggulan seperti pala. Dengan demikian, pembangunan perkebunan tidak hanya berfokus pada produksi bahan baku, tetapi juga peningkatan mutu, kualitas, dan diversifikasi produk.

“Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi pekebun dari pelaku produksi primer menjadi pelaku usaha perkebunan yang berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi kampung berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Fakfak, Mambry Rumbewas, S.ST, menjelaskan bahwa saat ini Balai Penyuluhan Pertanian telah ditarik ke pusat dan berfungsi sebagai unit kelembagaan penyuluhan yang berdiri sendiri. BPP menjalankan fungsi penyuluhan lintas subsektor sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan.

“Sekarang tidak ada lagi penyuluh pertanian, peternakan, atau perkebunan secara terpisah. Penyuluh bersifat polyvalent, memiliki kemampuan lintas komoditas dan lintas subsektor,” jelas Mambry.

Ia menegaskan, BPP siap mendukung hilirisasi pala Fakfak dengan mendampingi tujuh aspek utama, mulai dari edukasi petani, pengembangan rantai pasok, pendampingan teknologi dan inovasi olahan, sosialisasi regulasi dan standar, hingga monitoring, evaluasi, dan advokasi kebijakan.

Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan BPP sepakat memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjawab keterbatasan pendampingan teknis di lapangan. Kedua pihak akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui penguatan koordinasi lintas program agar pelaksanaan program strategis perkebunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pekebun serta penguatan ekonomi daerah.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman

12 Maret 2026 - 16:18

Bansos Sembako dan PKH Mulai Disalurkan di Fakfak, Ribuan Warga Jadi Penerima

10 Maret 2026 - 09:11

Rekrutmen Polri 2026 Disosialisasikan di SMAN 1 Fakfak, Siswa Didorong Persiapkan Diri

5 Maret 2026 - 12:54

Apel Gabungan HUT Damkar dan Satpol PP di Fakfak, Satpol PP Bentuk Unit Reaksi Cepat

5 Maret 2026 - 08:56

Harga Fuly Pala Fakfak Tembus Rp250 Ribu per Kg, Tertinggi di Tingkat Produsen Nasional

3 Maret 2026 - 11:27

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error: