Pemkab Fakfak Dorong SNI Pala Tomandin, Petani Diminta Jaga Kualitas Hadapi Panen 2026

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat posisi pala sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi sekaligus penyusunan Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin Fakfak guna meningkatkan mutu, daya saing, serta standar kualitas pala hasil petani di Kabupaten Fakfak, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Fakfak yang mewakili Bupati Fakfak. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari perwakilan petani pekebun pala, kelompok tani, pelaku pengumpul dan pengepul pala, serta masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi dan perdagangan pala di daerah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar mutu pala, mulai dari proses panen, penanganan pascapanen, pengeringan, hingga proses sortasi dan pemasaran, agar menghasilkan produk pala berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih kompetitif.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Fakfak sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pala lonjong yang memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Pacu Transformasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Digabung dan Restrukturisasi Ditarget Tuntas Tahun Ini

Menurutnya, Pala Fakfak memiliki aroma khas, bentuk biji yang baik, serta kandungan minyak atsiri yang tinggi sehingga sangat diminati di pasar rempah nasional maupun internasional. Keunggulan tersebut diperkuat melalui branding Pala Tomandin Fakfak sebagai identitas komoditas unggulan daerah yang terus dijaga kualitas dan reputasinya.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan bahwa para petani dan pelaku usaha memahami pentingnya standar mutu pala. Dengan penerapan SNI, kualitas pala Fakfak akan lebih terjamin, memiliki klasifikasi mutu yang jelas, serta mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyusunan draft pedoman pengolahan Pala Tomandin Fakfak sebagai langkah meningkatkan mutu dan kualitas nilai jual pala, khususnya dalam penanganan pascapanen.

Beberapa perubahan paradigma dalam pengolahan pala modern juga diperkenalkan, mulai dari teknik pemetikan buah pala, proses pemisahan, sortasi biji dan fuli, sistem pengeringan, hingga metode pengiriman dan pengasapan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musim panen Pala Timur dan Pala Barat Tahun 2026 sesuai kalender musim panen di Kabupaten Fakfak. Memasuki periode panen tersebut, produksi pala biasanya meningkat signifikan sehingga kesiapan petani dalam menjaga kualitas hasil panen menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga :  Bapenda Fakfak Optimalkan Retribusi untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah 2026

Widhi juga menyoroti salah satu tantangan yang masih sering terjadi di lapangan, yaitu pemanenan pala sebelum buah benar-benar matang. Hal tersebut dapat berdampak pada kualitas biji pala, kadar minyak atsiri, serta standar mutu yang dibutuhkan pasar.

“Kami mengingatkan para petani agar memanen pala sesuai kalender musim panen yang telah dikenal masyarakat. Disiplin waktu panen sangat penting untuk menjaga kualitas pala Fakfak,” jelasnya.

Ia juga berharap para petani maupun pelaku usaha tidak tergiur untuk membeli atau menjual pala yang dipetik sebelum waktunya. Praktik tersebut dinilai dapat merusak kualitas pala Fakfak sekaligus merugikan pemilik kebun.

“Pala yang dipetik sebelum waktunya sering kali bukan berasal dari kebun milik sendiri. Karena itu kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak tergiur dengan praktik tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Widhi menambahkan bahwa disiplin dalam mengikuti waktu panen serta penanganan pascapanen yang baik seperti pengeringan, sortasi, dan penyimpanan yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi pala Fakfak sebagai komoditas berkualitas.

“Jika pala dipanen pada waktu yang tepat dan ditangani dengan standar yang baik, maka kualitasnya akan terjaga, aroma dan kandungan minyak atsiri tetap optimal, serta harga jualnya lebih baik. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani,” tambahnya.

Baca Juga :  KPK Serahkan Aset Rampasan Rp3,88 Miliar ke Kementerian PU, Terkait Kasus Korupsi Bupati Buru Selatan dan Probolinggo

Sementara itu, narasumber dari PT Papua Global Spices, Hans Sahupala, menyampaikan bahwa petani dan pelaku usaha perlu memahami pentingnya menjaga kualitas produksi pala sejak dari kebun hingga pemasaran.

Menurutnya, dengan penerapan SOP pengolahan yang tepat, harga pala akan semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan komoditas pala sebagai sumber ekonomi masyarakat Fakfak. Ke depan, pala diharapkan tidak hanya dikenal sebagai identitas sejarah daerah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pala.

Di akhir kegiatan, disepakati prosedur pengolahan Pala Tomandin Fakfak sebagai panduan praktis bagi petani, pengumpul, dan pelaku usaha dalam menerapkan cara panen dan pengolahan pala yang baik dan benar, mulai dari tahap panen, pemisahan, pengeringan, hingga penyimpanan.

Kesepakatan tersebut juga mencakup penerapan harga yang layak dan adil bagi petani, sehingga peningkatan nilai jual pala dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat pekebun pala di Kabupaten Fakfak.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: