Jaga Nama Besar Pala Fakfak, Kepala Kampung Werba Utara Turun Langsung ke Tempat Pengepul
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Komitmen menjaga kualitas, harga, dan kehormatan komoditas pala unggulan daerah terus mendapat dukungan hingga tingkat kampung. Sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani sekaligus upaya menciptakan tata niaga pala yang sehat dan berkeadilan, Kepala Kampung Werba Utara, Septian Hindom, menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Edaran Bupati Fakfak Nomor 500.8/249/BUP/2026 tentang Penetapan Harga Pembelian Pala Mentah Berkualitas.
Surat edaran tersebut mengatur standar pala berkualitas, yakni pala tua betul, matang sempurna, dan dipetik tepat waktu. Dukungan Pemerintah Kampung Werba Utara tidak hanya sebatas pernyataan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan dengan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat petani dan para pelaku usaha pembelian pala di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kebijakan itu, Septian Hindom bahkan turun langsung menempelkan pamflet himbauan Edaran Bupati di sejumlah titik sentra pembelian pala yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Langkah sederhana namun sarat makna itu menjadi simbol bahwa kebijakan pemerintah daerah harus dikawal bersama hingga benar-benar dipahami dan dijalankan oleh seluruh pihak dalam rantai perdagangan pala, mulai dari petani, pengepul, hingga pelaku usaha.
Dalam keterangannya, Septian menegaskan bahwa kebijakan penetapan harga pala berkualitas merupakan langkah strategis yang berpihak pada keberlanjutan komoditas pala Fakfak.
“Penetapan harga ini bukan sekadar soal angka jual beli, tetapi menjadi alat untuk mendorong petani memanen pala pada tingkat tua betul, menjaga kualitas hasil panen, serta membangun standar perdagangan yang sehat, transparan, dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, edaran tersebut harus menjadi pedoman bersama demi menjaga keseimbangan antara hak petani dan pelaku usaha.
“Petani pala berhak mendapatkan harga yang layak atas hasil berkualitas yang mereka produksi. Di sisi lain, pelaku usaha juga berhak memperoleh komoditas dengan standar mutu yang baik. Karena itu, hak dan kewajiban masing-masing harus berjalan seimbang, saling menghormati, memahami, dan menguatkan demi keberlangsungan usaha pala kita bersama,” katanya.
Septian juga mengingatkan bahwa menjaga nama besar pala Fakfak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kualitas pala yang dipetik tepat waktu, tua betul, matang sempurna, dan diproses dengan baik akan menentukan nilai jual sekaligus menjaga reputasi pala Fakfak sebagai komoditas rempah unggulan yang dikenal memiliki mutu dan aroma khas.
“Jangan sampai karena kepentingan sesaat kita mengorbankan kualitas dan mencederai nama baik pala unggulan daerah. Apa yang diwariskan orang tua kita harus dijaga bersama. Mari patuhi ketentuan harga, jaga kualitas hasil panen, dan bangun perdagangan pala yang sehat, adil, serta berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Fakfak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah kampung, Pemerintah Kabupaten Fakfak, masyarakat petani pala, dan para pelaku usaha.
Menurutnya, kemajuan sektor pala hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak berjalan bersama dalam semangat kolaborasi.
“Kami di Pemerintah Kampung Werba Utara siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten, masyarakat petani pala, dan seluruh pelaku usaha dalam mendukung kebijakan penetapan harga pala ini. Sinergi ini penting agar tercipta keseimbangan antara kepentingan petani sebagai penghasil dan pelaku usaha sebagai mitra pemasaran,” ujarnya.
“Yang paling utama, kita bersama-sama menjaga kualitas, tata niaga yang sehat, dan nama baik pala unggulan Fakfak agar tetap menjadi komoditas kebanggaan daerah yang bernilai tinggi dan mampu menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah proaktif Pemerintah Kampung Werba Utara ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga marwah pala Fakfak tidak cukup hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi membutuhkan gerakan bersama di lapangan. Gerakan yang lahir dari kesadaran, kepedulian, dan komitmen kolektif untuk merawat warisan unggulan daerah agar tetap harum, bernilai, dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Fakfak.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia


















