Efisiensi APBN 2026, Program Makan Bergizi Gratis Dikurangi Jadi Rp268 Triliun

EMBARANMEDIA.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026.

Pemerintah memangkas pagu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah efisiensi anggaran tanpa mengurangi efektivitas program pemenuhan gizi bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Pala Fakfak Naik Kelas, Pemda Buka Perluasan 50 Hektare di Werba Raya dan Malakuli

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, menjelaskan keputusan itu merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola lebih efektif dan tepat sasaran. Pemerintah disebut tengah memperbaiki tata kelola program serta mekanisme penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga 30 April 2026, realisasi penyaluran anggaran program MBG tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total pagu awal Rp335 triliun. Dana tersebut telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta mendukung operasional 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Resmi Berjalan, BPS Fakfak Petakan Kondisi Ekonomi Daerah

Menurut Purbaya, penghematan anggaran dilakukan agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kualitas layanan program. Ia menegaskan pemerintah masih menghitung skema terbaik agar efisiensi yang dilakukan tidak mengganggu tujuan utama program, yakni menyediakan makanan bergizi bagi murid sekolah.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada media.

Baca Juga :  Kadisbun Fakfak Widhi Asmoro Turun Langsung Verifikasi Potensi Kampung di Furwagi

Di sisi lain, belanja negara hingga April 2026 tercatat tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen menjadi Rp1.082,8 triliun atau setara 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Sementara itu, pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen, sehingga defisit APBN berada pada level 0,64 persen terhadap PDB atau senilai Rp164,4 triliun.

Sumber: Antaranews.com

Tutup
error: