Tanpa Mengajukan Proposal, Mama Yuliana Terima Pondok Pinang Khom Wria: Tuhan Membuka Jalan Lewat Tangan Pemerintah

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Rasa syukur dan haru terpancar dari wajah Mama Yuliana Pattipi, warga Kampung Wartutin, setelah menerima manfaat Program Pondok Pinang “Khom Wria” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan.

Bagi Mama Yuliana, pondok yang kini digunakan untuk berjualan bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil, khususnya mama-mama Orang Asli Papua (OAP) di Fakfak yang menggantungkan hidup dari hasil kebun dan usaha tradisional.

Selama bertahun-tahun, Mama Yuliana mencari nafkah dengan menjual pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, serta berbagai hasil kebun khas Fakfak. Sebelum mendapatkan bantuan, ia berjualan di sebuah gubuk sederhana yang dibangun seadanya.

Saat hujan turun, dagangannya kerap basah. Sebaliknya, ketika cuaca panas, ia tetap bertahan melayani pembeli di bawah terik matahari. Meski penuh keterbatasan, semangatnya untuk menghidupi keluarga tidak pernah surut.

Hal yang paling membekas di hati Mama Yuliana adalah bantuan tersebut diberikan tanpa dirinya pernah mengajukan proposal maupun permohonan.

“Kami benar-benar bersyukur kepada Tuhan. Kami tidak pernah meminta ataupun mengajukan permohonan untuk dibangunkan pondok. Tetapi Tuhan membuka jalan lewat tangan pemerintah. Mungkin karena pemerintah turun langsung melihat usaha kami setiap hari, sehingga mengetahui bahwa kami memang benar-benar berjualan pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, dan hasil kebun lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tim Panitia A Kantor Pertanahan Fakfak Laksanakan Pemeriksaan Tanah untuk Perkuat Kepastian Hukum

Menurutnya, kehadiran Pondok Pinang “Khom Wria” membawa perubahan besar terhadap usahanya.

“Dulu kami hanya berjualan di gubuk yang kami buat seadanya. Sekarang pemerintah membangun Pondok Pinang yang jauh lebih layak. Pembeli menjadi lebih nyaman datang, dagangan terlindungi dari panas maupun hujan, dan kami bisa berjualan dengan lebih tenang. Kami merasa diperhatikan dan diberdayakan sebagai Orang Asli Fakfak,” tuturnya.

Mama Yuliana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, khususnya Bupati Fakfak, atas hadirnya Program Fakfak Membara yang dinilainya benar-benar menyentuh masyarakat kecil.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Fakfak atas Program Fakfak Membara yang benar-benar menyentuh masyarakat kecil seperti kami. Kami melihat sendiri bahwa pemerintah tidak hanya bekerja dari kantor, tetapi turun langsung melihat keadaan kami. Program ini membuat kami merasa dihargai, diperhatikan, dan diberi semangat untuk terus berusaha. Semoga Tuhan memberkati Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak yang telah membantu mama-mama Orang Asli Fakfak,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Polres Fakfak Perkuat Sinergi dengan TNI, Pemda, dan Masyarakat

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak yang telah membangun pondok tersebut.

“Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, menjaga pondok ini dengan baik, dan terus menjual produk-produk lokal hasil kebun kami sendiri. Semoga semakin banyak mama-mama Orang Asli Fakfak yang benar-benar berusaha dapat merasakan manfaat seperti yang kami rasakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST., MT., menjelaskan bahwa Program Pondok Pinang “Khom Wria” merupakan inovasi daerah berupa program bedah tempat usaha bagi mama-mama Orang Asli Fakfak yang menggantungkan penghidupan dari penjualan pinang serta berbagai produk budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal atau Kampung Berdaya.

“Pemerintah ingin memastikan mama-mama Orang Asli Fakfak memiliki tempat usaha yang layak, aman, dan nyaman sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga keberlangsungan produk-produk lokal daerah,” jelas Widhi.

Baca Juga :  Pemkab Fakfak dan Dewan Adat Mbaham-Matta Perkuat Tata Kelola Panen Pala Berbasis Kearifan Lokal

Ia menambahkan, Program Khom Wria tidak menggunakan mekanisme proposal ataupun permohonan bantuan. Sebaliknya, pemerintah melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar menjalankan usaha setiap hari sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Saat ini, Program Khom Wria masih berada pada tahap pilot project. Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai harapan, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan berkomitmen memperluas cakupan program agar semakin banyak mama-mama Orang Asli Fakfak yang berjualan produk-produk kearifan lokal memperoleh tempat usaha yang layak.

Lebih dari sekadar tempat berjualan, Pondok Pinang “Khom Wria” menjadi simbol harapan, kepedulian, dan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil yang bekerja dengan jujur dan tekun.

Dari pondok sederhana itulah pinang, sirih, tembakau negeri, kelapa, serta berbagai hasil kebun khas Fakfak terus dipasarkan. Selain menggerakkan ekonomi keluarga, program ini juga berkontribusi menjaga kelestarian produk-produk lokal serta menjadi bukti nyata bahwa Program Fakfak Membara hadir dan memberikan manfaat hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: