Pemkab Fakfak dan Dewan Adat Mbaham-Matta Perkuat Tata Kelola Panen Pala Berbasis Kearifan Lokal

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan bersama Dewan Adat Mbaham-Matta terus memperkuat upaya penataan tata kelola panen pala dengan mengedepankan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., Ketua Dewan Adat Mbaham-Matta Apnel Hegemur, para tokoh adat, tokoh masyarakat, pengumpul pala, serta perwakilan sejumlah lembaga terkait.

Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa pala tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai komoditas unggulan daerah, tetapi juga mengandung nilai budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Fakfak.

Ketua Dewan Adat Mbaham-Matta, Apnel Hegemur, menegaskan bahwa tradisi dan ritual adat yang mengiringi musim panen pala merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pengelolaan sumber daya alam masyarakat Fakfak. Melalui ritual adat dan petuah para tetua, masyarakat diingatkan untuk memanen pala secara bijaksana, tidak mengambil hasil secara berlebihan, serta menjaga kelestarian pohon pala sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Baca Juga :  Babinsa dan Lurah Fakfak Utara Perkuat Sinergi Lewat Komsos Jaga Stabilitas Wilayah

“Dalam tradisi leluhur, hasil panen harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai adat ini menjadi bagian dari sistem pengamanan sosial yang menjaga keberlanjutan sumber daya pala di Fakfak,” ungkap salah satu tokoh adat yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain membahas aspek budaya, pertemuan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengelolaan pala secara berkelanjutan.

Dewan Adat Mbaham-Matta berharap adanya ruang komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak agar berbagai rekomendasi dan hasil pembahasan dapat ditindaklanjuti secara bersama demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Langkah Strategis Bupati Samaun di Jakarta, Fakfak Bidik Dukungan Investasi dan Pembiayaan Nasional

Para peserta pertemuan juga menyepakati perlunya sosialisasi yang lebih luas mengenai tata kelola pasar pala dan pinang, termasuk pemahaman terhadap nilai-nilai adat sebagai landasan dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang dapat muncul di tengah masyarakat.

Untuk mendukung upaya tersebut, tokoh-tokoh adat mengusulkan pemanfaatan rumah adat, ruang komunikasi masyarakat, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi seperti pasar sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi. Dengan demikian, pesan-pesan pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Fakfak menerima berbagai masukan terkait kebutuhan masyarakat kampung, termasuk pengembangan sarana pendukung usaha pala dan pinang. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Turnamen, Liga Tomandin PBSI Fakfak Angkat Pala Kebanggaan Daerah ke Arena Olahraga

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dewan Adat Mbaham-Matta dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut menjaga kelestarian pala Fakfak sebagai komoditas unggulan yang telah dikenal hingga mancanegara.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Fakfak.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dalam membangun Fakfak yang berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pewarta: Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: