Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Fakfak Terkini

Abdul Rahman: Data Tenaga Kerja di Fakfak Harus Jelas, Prioritas untuk Anak Daerah

badge-check


					Abdul Rahman: Data Tenaga Kerja di Fakfak Harus Jelas, Prioritas untuk Anak Daerah Perbesar

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Fakfak yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Fakfak, Abdul Rahman, menyampaikan sejumlah pandangan strategis dalam rapat bersama pengurus KAHMI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta seluruh komisariat HMI Cabang Fakfak, Minggu (08/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan pembangunan daerah, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat dan peluang kerja bagi generasi muda.

Dalam forum tersebut, Abdul Rahman menyoroti pentingnya memperjelas kategori Orang Asli Papua (OAP) serta masyarakat yang lahir dan besar di Fakfak.

Menurutnya, kejelasan kategori tersebut perlu diperhatikan dalam kebijakan daerah agar kesempatan kerja benar-benar berpihak kepada masyarakat lokal.

Ia mencontohkan pengalamannya saat menemukan data di salah satu perusahaan kelapa sawit yang mencatat sekitar 51 persen tenaga kerja berasal dari kategori masyarakat Fakfak, sementara sekitar 49 persen lainnya tidak diketahui secara jelas apakah benar-benar berasal dari Fakfak atau hanya tercatat secara administratif.

“Jangan sampai ada pihak yang datang ke Fakfak hanya untuk mengurus administrasi agar tercatat sebagai orang Fakfak, padahal bukan lahir atau besar di sini. Hal-hal seperti ini perlu kita tertibkan agar peluang kerja benar-benar diberikan kepada anak-anak daerah,“tegasnya. .

Abdul Rahman menjelaskan bahwa ke depan akan disusun rancangan kebijakan yang mengatur hal tersebut secara lebih jelas.

“Rancangan itu nantinya akan dibahas melalui mekanisme konsultasi publik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya,”katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran KAHMI dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi.

Dikatakannya lagi, organisasi alumni seperti KAHMI perlu mulai melakukan pendataan terhadap kader-kader yang memiliki keahlian tertentu sehingga dapat disiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja pada berbagai sektor investasi yang masuk ke Fakfak.

“KAHMI harus mulai mengklasifikasikan kader-kader yang memiliki keterampilan tertentu. Jika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga dengan keahlian tertentu, maka kita bisa mendorong kader-kader tersebut untuk mengisi peluang tersebut,”jelasnya.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ia juga mendorong kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan seperti Balai Latihan Kerja serta perguruan tinggi, guna meningkatkan kemampuan generasi muda agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

Dalam kesempatan itu, Abdul Rahman turut menyoroti potensi besar sektor rumput laut di wilayah Fakfak. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya melalui sebuah yayasan telah melakukan pemetaan wilayah potensial pengembangan rumput laut mulai dari wilayah Karas hingga Kokas.

“Saat ini pengembangan telah dimulai dengan luasan sekitar 2 hingga 4 hektare sebagai tahap awal. Ke depan, program tersebut ditargetkan dapat berkembang hingga mencapai 50 hektare pada tahun 2027,”tandasnya.

“Jika target itu tercapai, potensi perputaran ekonomi di tengah masyarakat bisa mencapai sekitar Rp160 miliar,“tambahnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan lingkungan di beberapa wilayah, khususnya di kawasan Kokas, yang berdasarkan hasil uji coba masih menghadapi kendala kualitas air. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk secara berlebihan dari aktivitas perkebunan di wilayah hulu yang bermuara ke laut.

Karena itu, ia mendorong agar berbagai pihak, termasuk organisasi pemuda dan pengusaha, turut mengambil peran dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.

“Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menciptakan kader-kader pendamping pemberdayaan melalui berbagai pelatihan dan program peningkatan kapasitas,”kata Abdul Rahman.

Melalui langkah-langkah tersebut, Abdul Rahman berharap sinergi antara KAHMI, HMI, Pemerintah Daerah serta berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan memastikan pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda Fakfak.

Pewarta: Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai

12 Maret 2026 - 19:45

PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H

12 Maret 2026 - 19:16

Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

12 Maret 2026 - 07:23

Mediasi Dandim Wahlin Rahman Berbuah Solusi, Pemalangan Kolam Renang Air Besar Fakfak Dibuka

9 Maret 2026 - 19:40

Warga Fakfak Mulai Cairkan Bantuan PKH, Kantor Pos Dipadati Penerima Manfaat

9 Maret 2026 - 12:35

Trending di Fakfak Terkini
WhatsApp
error: