Kadisparbud: Situs Sejarah Agama di Fakfak Didorong Jadi Religi Nasional

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak. Dukungan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, SSTP, M.Si.

Mewakili Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Ilham Nurdin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan keagamaan dan sejarah tersebut.

“Bapak Bupati Fakfak menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Pemerintah daerah berharap momentum 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan pelestarian sejarah di Kabupaten Fakfak,” ujar Ilham Nurdin.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Polres Fakfak Gandeng Petuanan Fatagar Tampilkan Tifa Sawat

Menurut Ilham, Fakfak selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai simbol harmonisasi antara pemerintah, adat, dan agama yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan, semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama yang telah diwariskan para leluhur menjadi kekuatan utama masyarakat Fakfak dalam menjaga kedamaian dan kebersamaan hingga saat ini.

Baca Juga :  Menuju MTQ XI Papua Barat, Bupati Samaun Dahlan Bekali Kafilah Fakfak dengan Pesan Inspiratif

Selain mendukung pelaksanaan perayaan, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga terus mendorong pelestarian sejarah masuknya agama di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Fakfak.

“Sejarah masuknya agama di Tanah Papua memiliki nilai penting bagi perjalanan peradaban Papua. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelestarian sejarah melalui dokumentasi, penulisan buku sejarah, hingga pengusulan situs religi nasional agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Baca Juga :  PT STM Agro Energi Siapkan Investasi Sawit di Fakfak, Pemetaan Hak Ulayat dan AMDAL Mulai Dilaksanakan

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah mengusulkan situs masuknya agama Katolik dan Islam di Tanah Papua sebagai situs religi nasional melalui Kementerian Kebudayaan. Proses pengajuan tersebut telah dilakukan sejak Januari 2026 dan kini masih dalam tahap pengumpulan data pendukung.

Ilham juga mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kebersamaan demi mendukung suksesnya seluruh rangkaian perayaan hingga puncak kegiatan pada 22–23 Mei 2026 mendatang.

Pewarta: Emby || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: