Ahmad Nausrau Tekankan Musda MUI PBD Harus Jadi Momentum Persatuan dan Fondasi Organisasi Umat
EMBARANMEDIA.COM, KOTA SORONG – Ketua Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya yang juga Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M, menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam rapat konsolidasi panitia Musyawarah Daerah (Musda) MUI Papua Barat Daya yang berlangsung di Gedung Sekretariat MUI Papua Barat Daya, Kota Sorong, Kamis (21/5).
Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh unsur panitia Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) sebagai bagian dari pemantapan persiapan pelaksanaan Musda MUI Papua Barat Daya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat ukhuwah Islamiyah, rapat membahas berbagai kesiapan strategis, mulai dari teknis pelaksanaan kegiatan, kesiapan peserta, penyambutan tamu undangan, konsumsi, keamanan, dokumentasi, publikasi media, hingga penataan pelaksanaan sidang-sidang Musda.
Dalam arahannya, Ketua Sementara MUI Papua Barat Daya menegaskan bahwa Musda MUI memiliki arti penting bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi persatuan umat Islam di Papua Barat Daya.
Menurut beliau, MUI harus terus hadir sebagai rumah besar umat yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi Islam, tokoh agama, dan masyarakat dalam semangat ukhuwah dan kebersamaan.
“Musda ini bukan hanya agenda memilih kepengurusan, tetapi momentum memperkuat persatuan umat serta memperkokoh peran MUI sebagai pengayom umat Islam di Papua Barat Daya,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa pelaksanaan Musda kali ini memiliki nilai historis karena menjadi bagian penting dalam membangun tradisi organisasi MUI di provinsi baru Papua Barat Daya.
“Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi rujukan dan contoh bagi pelaksanaan Musda-Musda selanjutnya. Karena itu, seluruh proses harus dijaga dengan baik, tertib, dan sesuai aturan organisasi,” tegasnya.
Menurut beliau, keberhasilan Musda tidak hanya diukur dari terlaksananya agenda organisasi, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen untuk menjaga suasana persaudaraan dan kedamaian di tengah umat.
“Kita ingin Musda ini berjalan dengan penuh hikmah, menjaga ukhuwah, dan menunjukkan kedewasaan umat Islam dalam berorganisasi,” tambahnya.
Selain itu, Ketua Sementara MUI Papua Barat Daya juga memberikan arahan khusus terkait ketentuan organisasi kemasyarakatan Islam (ormas Islam) yang dapat menjadi peserta Musda.
Beliau menegaskan bahwa seluruh proses penetapan peserta harus mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) dan pedoman resmi MUI agar seluruh tahapan berjalan secara legitimate, objektif, dan tertib administrasi.
Menurut beliau, ormas Islam yang dapat menjadi peserta Musda harus memiliki legalitas organisasi yang jelas, kepengurusan aktif, aktivitas nyata dalam bidang dakwah dan sosial kemasyarakatan, serta keberadaan organisasi yang jelas di Papua Barat Daya.
“Semua proses harus berjalan sesuai aturan organisasi dan tetap mengedepankan persatuan umat. Jangan sampai ada hal-hal yang justru menimbulkan perpecahan,” ungkapnya.
Beliau juga meminta seluruh panitia untuk tetap menjaga komunikasi dan koordinasi antar seksi agar pelaksanaan Musda dapat berjalan maksimal.
“Panitia harus tetap solid, saling mendukung, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin tamu dan peserta melihat bahwa MUI Papua Barat Daya mampu melaksanakan Musda secara baik dan bermartabat,” katanya.
Rapat tersebut juga membahas kesiapan penerimaan tamu undangan dari unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi Islam, serta peserta dari berbagai daerah di Papua Barat Daya yang dijadwalkan hadir dalam pelaksanaan Musda.
Seluruh panitia OC dan SC menyatakan kesiapan mereka untuk terus memperkuat koordinasi hingga hari pelaksanaan, demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan sukses.
Kegiatan rapat ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Musda MUI Papua Barat Daya diberikan kelancaran, keberkahan, dan mampu menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan umat Islam di Papua Barat Daya.
Jurnalis: SP || Editor: Redaksi Embaranmedia

















