Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Opini

DPD KNPI Fakfak Antara Ada Dan Tiada

badge-check


					DPD KNPI Fakfak Antara Ada Dan Tiada Perbesar

Oleh : Isramid Day (Ketua HMI Cabang Fakfak)

Embaranmedia.com, Fakfak – Kita harus mengakui sebagai wadah berhimpun, KNPI semakin hari semakin jauh dari pemuda. Keberadaannya terasa hambar dan tidak lagi mampu memainkan peran-peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai permasalahan yang muncul dimasyarakat, khususnya terkait kepemudaan tidak mampu direspon dengan cepat. Api reformasi yang menjilati hampir sekujur tubuh kehidupan berbangsa dan bernegara, ternyata tidak mampu menyentuh, membakar dan mendorong terjadinya perubahan terhadap wadah berhimpun pemuda ini.

Pemuda sebagai inti dari kekuatan bangsa yang seharusnya tampil digarda terdepan melakukan sentakan penyadaran terhadap saluran birokrasi kita yang telah disumbat karat kolusi, korupsi dan nepotisme. Tapi dengan dada lapang juga harus kita akui harapan masih jauh dari kenyataan. KNPI juga tidak jauh berbeda.

Harus diakui semakin hari KNPI semakin jauh dari pemuda dan organisasi kepemudaan yang tumbuh bagaikan jamur tapi sayangnya banyak yang mandul. Banyak istilah untuk menggambarkan parahnya kondisi organisasi kepemudaan kita saat ini, ada yang mengibaratkan cendawan dimusim hujan, kalau ada Pemilu, Pilkada dan Musda maka muncullah puluhan bahkan ratusan organisasi tapi pasca itu banyak ;yang menghilang dan tak tampak lagi apa aktivitasnya.

Kalau ditilik secara seksama, kondisi ini makin parah dengan kecendrungan makin menghilangnya kekuatan intelektual, daya kritis, analisis dan kreatifitas. Disisi lain banyak Organisasi Kepemudaan yang tidak mengakar di masyarakat dan dipimpin oleh orang yang belum memahami makna dan hakikat sebagai pemimpin. Mungkin apa yang kita dedahkan disini adalah salah satu faktor yang menyebabkan krisis kepemimpinan yang dialami bangsa kita saat ini.

KNPI sebagai wadah untuk OKP/OKPI bernaung, Faktanya KNPI khususnya DPD KNPI kabupaten Fakfak saat ini sama sekali tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai ayah kandung dari OKP/OKPI itu sendiri. sebelum adanya Musda ( Musyawarah Daerah ) KNPI, Kami sebagai Representatif dari OKP (seluruh Organisasi Cipayung) yang ada di kabupaten fakfak pernah menyuarakan kepada kepengurusan DPD KNPI periode 2015-2018 lalu, yang pada intinya kami menginginkan Periode DPD KNPI 2018-2021 jauh lebih baik dan bisa Eksis agar mampu mengemban tugas dan tanggungjawab yang di amanatkan OKP Cipayung tapi hal itupun tidak berjalan sesuai harapan para kalangan OKP/OKPI. Oleh sebab itu kita sudah ketahui bahwa ketidak loyalitasnya KNPI akan membunuh semangat pemuda.

Saya selaku Ketua Umum HMI Cabang Fakfak periode 2020-2021 menyatakan sikap bahwa perlu adanya pergantian Ketua KNPI baru agar lahir semangat baru sehingga pemuda itu lebih eksis dan cepat tanggap terhadap era globalisasi yang ada terkhususnya di kabupaten Fakfak sendiri. Saat ini kami OKP merasa jenuh dengan kinerja KNPI yang ada, Kami ingin KNPI wajah baru agar sinergitas pemuda terlihat sebagai garda terdepan.

Kondisi KNPI saat ini kalau kita lihat secara fakta bahwa DPD KNPI kabupaten Fakfak ini ibarat Ada dan Tiada dan perlu perubahan dari dalam internal KNPI yang harus kami OKP/OKPI lakukan dengan tujuan menghidupkan kembali KNPI itu sendiri karna kami sadar KNPI Hadir karena Kami OKP/OKPI, dan Kami akan bertindak sesuai fungsi KNPI yang termaktub didalam AD/ART, Rabu (05/08/20).

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: