Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Opini

75 Tahun Kebangkitan Nasionalisme

badge-check


					75 Tahun Kebangkitan Nasionalisme Perbesar

Oleh : Moh Ali Sagara, SKM

Ketua KNPI Distrik Teluk Patipi

Embaranmedia.comFakfak – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tahun 1908 perjuangan generasi muda mempunyai format baru dan nuangsa yang baru, perjuangan generasi muda saat itu telah dinafiki oleh semangat kebangsaan dengan menggunakan organisasi sebagai strategi perjuangan.

Perjuangan generasi muda sekarang masih belum selesai dan tidak boleh berhenti. Saat ini kita merasakan bahwa NKRI menghadapi tantangan zaman, dimana keberadaan tata nilai yang sebelumnya mantap bagi kehidupan negara kesatuan di pertanyakan sehingga menimbulkan krisis. Inilah tanda kemerosotan dalam mengakomodasikan makna Negara Kesatuan maupun ketahanan nasional kita.

Sejatinya, KNPI Kab. Fakfak wajib melestarikan kesatuan dan persatuan bangsa, Negara dan Rakyat dengan menggali kembali fundamen negara kita sebagai negara kebangsaan dan negara persatuan.

Untuk itu saya mengajak marilah kita tinggalkan kekerasan karena jalan kekerasan tanpa ujung, kebencian takkan berakhir kalau dibalas dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih, yang terbaik adalah kembali merajut nilai-nilai luhur bangsa. Yang ditandai dengan sikap toleran, ramah, gotong royong, tolong-menolong terpatri nilai-nilai manusiawi dan solidaritasnya.

Lalu bagaimana generasi muda fakfak bersikap ditengah-tengah ancaman disintegrasi ? kuncinya adalah memperbaiki kondisi sosial seperti meredam kecemburuan yang syarat akan prasangka dan curiga. Mengubur jurang pemisah antara kaya dan miskin, secara sadar dan bertanggungjawab kita buka jendela, pintu dan ruang yang kondusif sehingga warga bangsa dinegeri ini diberi kesempatan yang sama untuk berkarya. Kuncinya adalah mengembangkan kesetaraan sosial warga bangsa. (EF)

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: